Logo

Ditinggal Salat Jumat, Dua Toko di Paiton Probolinggo Terbakar

Kerugian ditaksir lebih dari Rp100 juta
Reporter:,Editor:

Jumat, 10 July 2026 08:00 UTC

Ditinggal Salat Jumat, Dua Toko di Paiton Probolinggo Terbakar

Asap membumbung tinggi dari dua toko di Desa/Kecamatan Paiton, Probolinggo yang terbakar, Jumat, 19 Juli 2026. Foto: Zulalif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Dua bangunan toko milik di Desa/Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo hangus terbakar, Jumat siang, 10 Juli 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, Kusno pemilik toko ban dan toko pracangan yang terbakar diduga mengalami kerugian material dengan nominal lebih dari Rp100 juta.

Saat kejadian, api yang berkobar hampir menghanguskan seluruh bangunan toko beserta isinya. Upaya penanggulangan tidak dilakukan secara maksimal. Sebeb, seluruh pegawai meninggalkan toko untuk menjalankan salat Jumat.

Warga yang melihat kobaran api berupaya memberikan pertolongan dengan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, besarnya api membuat sebagian besar barang dagangan tidak sempat dikeluarkan.

Sofi, salah seorang pegawai toko, mengatakan sebelum kebakaran terjadi sempat terjadi pemadaman listrik. Beberapa saat kemudian muncul percikan api yang disertai kepulan asap tebal dari dalam bangunan.

‎‎"Tadi saat kebakaran tidak ada orang karena memang sepi ditinggalkan pergi ke masjid, sempat juga terdengar ledakan beberapa kali" kata Sofi.

‎‎Petugas pemadam kebakaran yang datang ke lokasi langsung melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di kawasan pertokoan.

‎‎Sebanyak tiga unit mobil pemadam diterjunkan, terdiri dari dua armada milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan satu unit milik PT PLN Nusantara Power Paiton.

‎‎Kapolsek Paiton, AKP Riyono mengatakan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.

‎‎Percikan api diduga berasal dari panel listrik yang berada di salah satu bagian toko sebelum akhirnya membakar seluruh bangunan.

‎‎"Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Percikan api berasal dari salah satu panel listrik hingga akhirnya menyambar bangunan toko," ujar AKP Riyono.

‎‎Menurut Riyono, tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Meski demikian, kerugian material yang dialami pemilik usaha diperkirakan cukup besar.

‎‎"Untuk taksiran kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta," pungkasnya.

‎Usai api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.