Logo

Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Hendak ke Pasar

Motor dan dagangan dibawa kabur pelaku
Reporter:,Editor:

Kamis, 09 July 2026 12:30 UTC

Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Hendak ke Pasar

Ruas jalan ini merupakan lokasi pembegalan penjual tempe di Probolinggo saat hendak ke pasar. Foto: Zulalif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Nasib nahas menimpa Mohammad Sofiyudin, 28 than, penjual tempe asal Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Saat hendak berangkat mencari nafkah, ia justru menjadi korban pembegalan bersenjata celurit, Kamis pagi, 9 Juli 2026.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB di Jalan Mastrip, kawasan Makam Cina. Korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat tiba-tiba dipepet empat pelaku yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor matik.

Tak hanya mengancam dengan celurit, para pelaku juga memukul helm yang dikenakan korban. Saat berusaha melindungi kepalanya, Sofiyudin mengalami luka gores pada dua jari tangan kanannya akibat sabetan senjata tajam.

Dalam kondisi terdesak, korban tak mampu melawan. Kawanan begal kemudian merampas kunci kontak dan membawa kabur sepeda motor Honda Beat bernomor polisi N 3930 RB.

Motor tersebut merupakan satu-satunya kendaraan yang digunakan Sofiyudin untuk berjualan tempe setiap hari. Ironisnya, kendaraan itu baru saja lunas dari cicilan.

Tak hanya kehilangan sepeda motor, Sofiyudin juga harus merelakan keranjang berisi sekitar 60 lembar tempe yang sedianya akan dijual di Pasar Bantaran ikut dibawa kabur pelaku.

"Empat orang naik dua motor langsung memepet saya. Mereka mengancam pakai celurit dan memukul helm saya," ujar Sofiyudin.

Ia mengaku sempat berusaha menangkis serangan pelaku, namun tangannya tetap terkena sabetan celurit.

"Karena takut, saya terpaksa menyerahkan motor. Motor itu baru lunas dan saya pakai untuk jualan setiap hari," tuturnya.

Usai menerima laporan, petugas Polsek Wonoasih mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari korban maupun sejumlah saksi.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, polisi masih memburu para pelaku.

"Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian," katanya.

Aksi pembegalan yang terjadi saat aktivitas masyarakat mulai berlangsung itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pengguna jalan di wilayah Kota Probolinggo.