Logo

Viral Pusaran Angin di Bromo, BPBD Pastikan Bukan Puting Beliung

Dust Devil di Lautan Pasir Bromo, Wisatawan Diminta Menghindar
Reporter:,Editor:

Jumat, 10 July 2026 12:37 UTC

Viral Pusaran Angin di Bromo, BPBD Pastikan Bukan Puting Beliung

‎‎Pusaran angin (dust devil) mengangkat debu dan pasir di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Rekaman video yang menampilkan pusaran angin mengangkat debu dan pasir di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, viral di media sosial. Fenomena yang sekilas menyerupai tornado berukuran kecil itu dipastikan bukan angin puting beliung, melainkan dust devil atau pusaran angin mini yang lazim terjadi saat musim kemarau.

Video tersebut direkam oleh seorang wisatawan di kawasan Kaldera Gunung Bromo, Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Dalam rekaman itu terlihat pusaran angin berputar cukup kencang sambil membawa debu dan pasir hingga beberapa meter ke udara.

Kemunculan fenomena tersebut menarik perhatian para wisatawan yang berada di lokasi. Mereka memilih menyaksikan peristiwa itu dari jarak aman. Bagi warga maupun pedagang di sekitar kawasan wisata Bromo, kemunculan pusaran angin seperti itu bukan hal yang asing.

BACA: Bromo Memutih, Embun Upas Hadirkan Nuansa Musim Dingin Eropa 

Mereka mengaku fenomena serupa kerap muncul ketika cuaca terik pada musim kemarau, terutama di hamparan Lautan Pasir Gunung Bromo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan pusaran angin yang viral tersebut merupakan dust devil, bukan angin puting beliung. Fenomena itu terbentuk akibat permukaan pasir yang mengalami pemanasan intensif oleh sinar matahari.

"Fenomena ini bukan puting beliung, tetapi dust devil atau pusaran angin berukuran mini. Ini terjadi karena permukaan pasir di kaldera menerima panas matahari secara intensif. Hal itu membuat udara panas naik dengan cepat dan membentuk pusaran yang mengangkat debu serta pasir halus," ujar Oemar, Jumat, 10 Juli 2026.

BACA: Liburan di Bromo, Wisatawan Juga Bisa Wisata Budaya Rumah Adat Suku Tengger 

Menurut Oemar, dust devil merupakan fenomena alam yang umum terjadi di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo selama musim kemarau. Berbeda dengan angin puting beliung, pusaran angin mini tersebut umumnya tidak menimbulkan kerusakan.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Probolinggo tetap mengingatkan wisatawan agar tidak mendekati pusaran angin apabila menjumpainya saat berkunjung ke Gunung Bromo.

"Kami mengimbau wisatawan tetap tenang apabila melihat dust devil. Jangan mendekati pusaran angin, menjauh dari arah pergerakannya, dan tunggu hingga fenomena tersebut berlalu," katanya.

BACA: Rest Area Bromo Safety Initiative Resmi Beroperasi, Perkuat Keselamatan Wisatawan  

Selain menjaga jarak dari pusaran angin, wisatawan juga disarankan menggunakan masker, kacamata pelindung, jaket, serta tabir surya. Perlengkapan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi dampak debu yang beterbangan dan paparan sinar matahari selama beraktivitas di kawasan Bromo.

BPBD Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pengunjung selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama pada musim kemarau ketika fenomena dust devil lebih sering muncul di kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo.