Logo

Rest Area Bromo Safety Initiative Resmi Beroperasi, Perkuat Keselamatan Wisatawan

Reporter:,Editor:

Minggu, 14 June 2026 08:36 UTC

Rest Area Bromo Safety Initiative Resmi Beroperasi, Perkuat Keselamatan Wisatawan

Wabup Probolinggo, Fahmi saat Mengecek Rest Area Bromo Safety Initiative. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Upaya meningkatkan keselamatan wisatawan di jalur menuju Gunung Bromo kini mendapat dukungan fasilitas baru. Rest Area Bromo Safety Initiative resmi beroperasi di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sebagai titik istirahat sekaligus sarana edukasi keselamatan bagi para pengendara.

Keberadaan rest area tersebut diharapkan membantu wisatawan mempersiapkan perjalanan sebelum melintasi jalur pegunungan yang dikenal memiliki tanjakan dan turunan cukup ekstrem. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari kampanye untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara di kawasan wisata Bromo.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi menegaskan bahwa rest area tersebut bukan sekadar tempat singgah, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menekan risiko kecelakaan di jalur wisata.

“Bromo merupakan ikon pariwisata Kabupaten Probolinggo yang dikenal hingga mancanegara. Karena itu, selain menjaga keindahan alamnya, kita juga harus memastikan setiap wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujarnya saat mengecek lokasi pada Minggu, 14 Juni 2026.

BACA: Bromo Bukan Sekadar Sunrise, Ini Alasan Wisata Alam Tetap Memikat 

Menurut Fahmi, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan destinasi wisata. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai komunitas untuk menghadirkan fasilitas yang mendukung keamanan pengunjung.

Camat Sukapura Nur Rachmad Sholeh mengatakan jalur menuju Bromo membutuhkan perhatian khusus karena karakteristik medannya yang menantang. Kehadiran rest area dinilai penting agar wisatawan dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami berharap wisatawan dapat memanfaatkan rest area ini sebelum melanjutkan perjalanan. Dengan kondisi tubuh yang lebih fit dan kendaraan yang siap digunakan, risiko kecelakaan dapat diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, Inisiator Bromo Safety Initiative Ida Nyoman Siswoyo menyebut masih terdapat sejumlah kasus kecelakaan di jalur wisata Bromo. Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna sepeda motor matik.

“Kami masih menemukan sejumlah kasus kecelakaan di jalur wisata Bromo. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat dan wisatawan untuk lebih peduli terhadap keselamatan saat berkendara. Jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh lelah atau kendaraan tidak siap,” ujarnya.

BACA: Liburan di Bromo, Wisatawan Juga Bisa Wisata Budaya Rumah Adat Suku Tengger

Selain berfungsi sebagai sarana keselamatan, rest area tersebut juga diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengelola berencana melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal.

Ke depan, area tersebut akan dilengkapi ruang bagi UMKM, fasilitas sanitasi, serta layanan kesehatan dasar untuk menunjang kebutuhan wisatawan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pariwisata Bromo.

Pemerintah daerah berharap keberadaan Rest Area Bromo Safety Initiative tidak hanya menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata.