Logo

Pengunjung Bromo Sky Bridge Dibatasi 40 Orang, Ini Harga Tiketnya

Reporter:,Editor:

Sabtu, 27 June 2026 13:28 UTC

Pengunjung Bromo Sky Bridge Dibatasi 40 Orang, Ini Harga Tiketnya

Bromo Sky Bridge atau Jembatan Kaca Bromo di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo diserbu wisatawan saat musim libur sekolah. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pengelola Bromo Sky Bridge menerapkan sejumlah aturan bagi wisatawan yang ingin menikmati wahana jembatan kaca di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Demi menjaga keamanan, jumlah pengunjung yang berada di atas jembatan dibatasi maksimal 40 orang dalam satu waktu. Seluruh pengunjung juga diwajibkan mengenakan kaus kaki khusus berbahan karet agar permukaan kaca tetap bersih dan tidak licin.

Presiden Direktur The Lawu Group sekaligus pengelola Bromo Sky Bridge, Parmin Sastro Wijoyo, mengatakan jembatan kaca tersebut dihadirkan sebagai destinasi penyangga kawasan wisata Gunung Bromo sekaligus memberikan alternatif atraksi baru bagi wisatawan.

"Jembatan kaca ini kami hadirkan sebagai wisata penyangga kawasan Gunung Bromo. Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan, sekaligus menghadirkan ikon wisata baru di Probolinggo," kata Parmin.

BACA: Libur Sekolah, Bromo Sky Bridge Langsung Diserbu Wisatawan 

Ia menjelaskan harga tiket masuk Bromo Sky Bridge dipatok sebesar Rp55 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp110 ribu bagi wisatawan mancanegara.

Dengan beroperasinya wahana tersebut, wisatawan kini memiliki pilihan baru untuk menikmati panorama Gunung Bromo dari ketinggian sekaligus merasakan sensasi berjalan di atas lantai kaca.

Sejak dibuka melalui soft launching pada Sabtu, 27 Juni 2026, Bromo Sky Bridge langsung dipadati ratusan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur sekolah. Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi dengan banyaknya keluarga yang datang untuk mencoba wahana tersebut.

BACA: Jembatan Kaca Bromo Mulai Buka Saat Libur Sekolah
Sejumlah pengunjung mengaku sempat gugup saat pertama kali melangkah di atas lantai kaca. Namun, rasa takut itu berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dapat menikmati panorama Gunung Bromo secara langsung dari atas jembatan.

"Awalnya takut karena bisa melihat langsung ke bawah. Tapi setelah berjalan ternyata seru dan menantang. Pemandangannya juga sangat indah," ujar Elsa, salah seorang wisatawan asal Probolinggo.