Jumat, 24 July 2026 09:54 UTC

Salah satu kepulan cerobong asap dari pabrik PT Semen Indonesia (SIG) Pabrik Tuban Kamis, 23 Juli 2026. Foto: Laporan warga
JATIMNET.COM, Tuban – Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, kembali menyampaikan keluhan terkait dugaan pencemaran udara yang diduga berasal dari kawasan industri PT Semen Indonesia (SIG) Pabrik Tuban.
Masyarakat mengaku debu yang beterbangan dan bau menyengat yang diduga berasal dari area pabrik telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, sejumlah warga menyebut kondisi tersebut memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Menurut warga, debu hampir setiap hari beterbangan ketika angin mengarah ke permukiman. Partikel debu disebut menempel di halaman rumah, kendaraan, hingga perabotan sehingga mereka harus lebih sering membersihkan lingkungan tempat tinggal.
Selain debu, warga juga mengeluhkan munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari kawasan pabrik semen. Bau yang disebut menyerupai batu bara itu lebih sering tercium pada malam hari. Warga mengaku aroma tersebut kerap memicu sesak napas, pusing, hingga gangguan pernapasan yang membuat sebagian dari mereka harus berulang kali menjalani pengobatan.
BACA: Dukung Kelancaran Arus Mudik dan Logistik, SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
Salah seorang warga, Dasiem (50), mengatakan dirinya telah mengalami gangguan pernapasan selama hampir satu tahun. Menurutnya, keluhan tersebut belakangan semakin sering kambuh.
"Saya sudah hampir satu tahun mengalami gangguan pernapasan, tetapi belakangan ini sering kambuh karena mencium debu dan bau yang menyengat seperti batu bara, terutama saat malam hari membuat saya jadi susah bernafas. Saya sekali berobat habis 80 ribu," ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.
BACA: Bantu Perekonomian Lokal, Belanja Suku Cadang Lokal SIG Tembus Rp809 Miliar
Warga menyebut persoalan debu dan bau menyengat tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka mengaku telah lama merasakan kondisi serupa, terutama saat arah angin bertiup menuju Desa Sumberarum. Meski keluhan sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait, warga menilai hingga kini belum ada perubahan yang signifikan.
Karena itu, masyarakat berharap ada langkah konkret untuk mengurangi dampak debu dan bau yang mereka rasakan. Mereka ingin lingkungan permukiman kembali nyaman, bersih, dan aman bagi kesehatan warga.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Senior Manager Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga.
