Kamis, 03 September 2026 08:52 UTC

Para siswa yang keracunan diduga usai menyantap MBG, dilarikan ke puskesmas terdekat. Foto: Karin
JATIMNET.COM, Jombang – Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, buka suara terkait puluhan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, yang mengalami diare setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Ia memastikan pihaknya masih menelusuri penyebab gangguan kesehatan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Chakra mengatakan SPPG Mangunan belum dapat memastikan sumber keluhan yang dialami para siswa. Pemeriksaan terhadap sampel makanan masih berlangsung untuk mengetahui apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan pada Rabu, 2 September 2026.
"Kalau dari indikasi, kemungkinan kita masih curiga terhadap udangnya," ucap Chakra kepada Jatimnet.com, Kamis, 3 September 2026.
Meski terdapat dugaan sementara, Chakra menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Menurut dia, hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan sumber gangguan kesehatan.
Pada Rabu, 2 September 2026, SPPG Mangunan menyalurkan paket MBG yang terdiri atas udang saus padang, pepaya, sayur tumis, dan tahu. Menu tersebut diberikan kepada sekitar 2.899 penerima manfaat.
Namun, laporan gangguan kesehatan sejauh ini hanya berasal dari siswa SMPN 1 Kabuh. Chakra menyebut sekolah tersebut memiliki sekitar 689 penerima manfaat, tetapi tidak seluruh siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu yang sama.
"Di SMPN 1 Kabuh terdapat sekitar 689 penerima manfaat, tetapi tidak seluruh siswa mengalami keluhan," ujarnya melanjutkan.
Chakra juga menjelaskan proses pengolahan makanan yang dilakukan SPPG Mangunan. Ia memastikan petugas telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat.
Selain itu, proses memasak disebut berlangsung dalam batas waktu yang telah ditentukan. Chakra menegaskan tidak ada tahapan pengolahan yang dilakukan di luar ketentuan yang berlaku.
Menurut Chakra, bahan makanan untuk menu tersebut diterima SPPG sehari sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat. Mekanisme penerimaan bahan itu, kata dia, telah mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan program MBG.
Khusus mengenai bahan udang, Chakra mengatakan petugas yang mengolah makanan tidak menemukan indikasi bahan tersebut dalam kondisi tidak layak saat proses memasak. Berdasarkan keterangan petugas, udang masih dalam kondisi segar dan tidak mengeluarkan bau menyengat ketika diolah.
"Udangnya sendiri waktu dimasak tidak bau. Masih segar. Makanya masih dicari penyebabnya," ungkapnya.
Sementara itu, pihak SMPN 1 Kabuh mulai menerima laporan siswa mengalami gangguan kesehatan pada Kamis pagi, 3 September 2026. Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, memperkirakan sekitar 50 siswa mengalami keluhan diare.
"Belum dihitung nanti jumlahnya, ada 50-an paling enggak," ucap Suprihadiono saat dikonfirmasi.
Chakra mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. Hasil tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa SMPN 1 Kabuh.
Hingga hasil pemeriksaan keluar, Chakra belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab diare yang dialami para siswa. SPPG Mangunan masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber keluhan tersebut.
