Jumat, 10 July 2026 13:00 UTC

Tim BPBD Jatim memberikan pelatihan kebencanaan kepada siswa sekolah dan pengunjung museum Negeri Mpu Tantular, Jumat, 10 Juli 2026. Foto: Humas BPBD Jatim.
JATIMNET.COM, Sidoarjo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur (BPBD Jatim) menanamkan budaya sadar bencana sejak dini dengan memanfaatkan masa libur sekolah.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini di gelar di Museum Negeri Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo, Jumat, 10 Juli 2026.
Alih-alih hanya menjadi tempat wisata edukasi sejarah, Museum Negeri Mpu Tantular kali ini berubah menjadi ruang belajar kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pengunjung diajak mengenali berbagai potensi bencana yang berisiko terjadi di Jawa Timur melalui penyampaian materi dan simulasi langsung.
Peserta mengikuti pelatihan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), simulasi penyelamatan saat gempa bumi, hingga praktik memadamkan api pada tahap awal kebakaran.
Metode pembelajaran yang interaktif membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langkah penyelamatan diri dalam situasi darurat.
Kepala UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Rica Puspita mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya menghadirkan museum sebagai ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Antusias pengunjung tadi sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi pengalaman dan bekal dalam membangun mitigasi serta kesiapsiagaan saat terjadi bencana," ujar Rica.
Menurutnya, edukasi mitigasi tidak hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga bagi pengelola museum agar memiliki kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat dan melindungi pengunjung jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Rica menambahkan, museum kini dituntut terus beradaptasi dengan menghadirkan program-program edukatif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah seorang peserta, Arum, warga Kecamatan Candi, Sidoarjo, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasannya mengenai penanganan bencana.
"Saya ini termasuk yang awam dengan ini. Akhirnya saya bisa kenal BPBD dan tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana," katanya.
Ia menilai materi yang dikombinasikan dengan simulasi membuat peserta lebih mudah memahami tindakan yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
"Terima kasih BPBD Jawa Timur, terima kasih Museum Mpu Tantular. Senang sekali sudah dapat mengikuti pelatihan ini," ujarnya.
Kegiatan edukasi mitigasi bencana tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Buduran, perwakilan Disbudpar Jawa Timur, serta Tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) BPBD Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, BPBD Jatim berupaya menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat, sekaligus mengajak keluarga memanfaatkan masa libur sekolah untuk memperoleh bekal kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
