Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian

Rochman Arief

Selasa, 19 Maret 2019 - 11:33

JATIMNET.COM, Jember – Banjir merendam ratusan rumah dan lahan pertanian di Desa Glundengan, Kabupaten Jember dengan ketinggian air 40 centimeter hingga 1 meter, Selasa 19 Maret 2019.

Banjir tersebut diperkirakan akibat tingginya intensitas hujan yang tinggi dan lebat mengguyur kawasan Jember dan sekitarnya sejak Senin 18 Maret 2019 malam.

“Hujan turun dengan intensitas lebat dan tinggi di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo, Selasa 19 Maret 2019.

Dia menambahkan, akibat hujan tersebut menyebabkan air masuk ke rumah warga, karena sungai sudah tidak dapat menampung hujan dan kiriman air, yang kemudian menggenangi rumah warga hingga ketinggian satu meter.

BACA JUGA: Ratusan Rumah Warga Jember Terendam Banjir

Menurutnya ada delapan titik lokasi banjir di sejumlah rukun warga (RW) di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan. Di RT 28/RW 5, terdapat dua rumah yang terendam banjir dan puluhan hektare lahan pertanian tergenang banjir, kemudian lokasi kedua di RT 38/RW 12 merendam rumah 50 kepala keluarga (KK) dan enam musala tergenang banjir.

Lokasi ketiga di RT 37/RW 12 yang merendam 105 rumah KK; kemudian lokasi keempat di RT 36/RW 12 yang merendam rumah 66 KK, dan lokasi kelima berada di RT 41/RW 13 yang berdampak pada terendamnya rumah 22 KK.

Berikutnya lokasi keenam di RT 35/ RW 11 yang menyebabkan rumah 105 KK terendam banjir; lokasi ketujuh di RT 34/ RW 11 tercatat rumah 94 KK terendam banjir dan 1 hektare lahan pertanian siap panen juga tergenang banjir; adapun lokasi kedelapan di RT 33/RW 11, terdapat 76 KK yang terdampak banjir.

“Total rumah warga yang terendam banjir di Desa Glundengan sebanyak 520 KK dan puluhan hektare lahan pertanian, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Jatim Darurat Banjir, ACT-MRI Buka Posko dan Lakukan Pendataan

Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana tiba di lokasi dan melakukan assessment, kemudian menurunkan perahu karet untuk melakukan penyisiran dan evakuasi warga sejak Senin 18 Maret 2019, malam sekitar pukul 23.00 WIB

Heru mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir yang melanda Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Namun banyaknya lokasi yang terdampak banjir dan letaknya berjauhan, membuat keterlambatan pendataan korban banjir.

“Hari ini kami mendistribusikan bantuan makanan kepada korban yang terdampak banjir karena banjir belum surut dan warga belum bisa melakukan aktivitasnya untuk memasak kebutuhan sehari-hari," katanya.

Ia mengatakan berbagai pihak terlibat dalam penanganan banjir di Kecamatan Wuluhan yakni BPBD Jember, TNI, Polri, perangkat Kecamatan Wuluhan, Kades Glundengan, dan sukarelawan. (ant)

Baca Juga

loading...