Puluhan Hektar Sawah di Tulungagung Masih Terendam Banjir

Rochman Arief
Rochman Arief

Sabtu, 9 Maret 2019 - 20:32

JATIMNET.COM, Tulungagung – Puluhan hektare sawah, ladang dan sebagian permukiman di Kabupaten Tulungagung hingga saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian rata-rata sekitar 80 centimeter.

Pantauan di lokasi, Sabtu, 9 Maret 2019, banjir masih menggenang cukup dalam di areal persawahan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

Hujan sebenarnya sudah tidak turun. Namun besarnya debit air yang meluber saat banjir bandang selama dua hari, 5-6 Maret 2019 membuat proses surutnya air berlangsung cukup lama.

Si'is, warga setempat, menyebut pemukiman air hingga Jumat 8 Maret malam air masih cukup tinggi.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Salurkan Dana Bantuan untuk Bencana Banjir

Air mulai surut banyak pada pagi harinya setelah sejumlah warga dan petani membuka pintu air di sungai irigasi. Mereka juga membersihkan material enceng gondok yang menyumbat aliran pembuangan air.

"Selain masalah di pintu air, ada tanggul yang jebol di sisi barat. Kami rencananya menutup kembali tanggul itu, namun karena debit banjir masih tinggi dan merendam tanaman padi hingga ketinggian 50 centimeter, normalisasi kami tunda dulu sampai air banjir benar-benar surut," katanya.

Kepala BPBD Tulungagung Soeroto memastikan tanggul jebol di sungai irigasi Desa Waung akan ditutup menggunakan puluhan karung yang telah diisi pasir.

Material telah disiapkan. Warga dan petani telah dikoordinasi. Sedianya Sabtu pagi dilakukan kerja bakti masal bersama tim BPBD, TNI dan Polri untuk melakukan pemasangan karung pasir menutup tanggul yang jebol.

BACA JUGA: Banjir di 17 Daerah Jatim Sebagian Besar Sudah Surut

Namun rencana itu akhirnya dibatalkan seiring genangan banjir di areal persawahan yang masih tinggi.

"Kami menyesuaikan dengan perkembangan lapangan. Warga, petani tentu lebih paham dengan kondisi di lapangan. Kapan waktu terbaik untuk pengerjaan (tanggul jebol)," kata Soeroto.

Plt Bupati Maryoto Bhirowo menyatakan Pemkab Tulungagung akan mengevaluasi kembali penyebab banjir di Desa Waung yang menyebabkan seratusan rumah warga terendam dan berhektar-hektare sawah terendam banjir hingga nyaris menjadi telaga baru.

“Dinas PU pengairan akan membuat kajian dan rencana penanggulangan jangka panjang di alur-alur sungai yang memicu banjir di sana," kata Mbah To, demikian Bupati Maryoto biasa dipanggil. (ant)

Baca Juga

loading...