Logo

Menjelang Lebaran, Pemprov Jatim Prioritaskan Perbaikan Jalur Kasian-Puger Jember

Reporter:,Editor:

Rabu, 25 February 2026 00:00 UTC

Menjelang Lebaran, Pemprov Jatim Prioritaskan Perbaikan Jalur Kasian-Puger Jember

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat diwawancarai, Selasa, 24 Februari 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memprioritaskan percepatan perbaikan jalan rusak di wilayah kerjanya. Langkah ini, guna mempersiapkan masa arus mudik dan balik Lebaran yang dipastikan volume kendaraan di jalan raya melonjak drastis.

Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa salah satu perbaikan difokuskan di wilayah Kabupaten Jember. Lokasinya di ruas Kasian-Puger.

“Sudah dua hari terakhir saya berkunjung ke jalan rusak. Jadi khusus satu di Kencong, saya kemarin sudah meninjau perbaikan ruas Kasian-Puger,” kata Emil, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, kondisi ruas jalan Kasian-Puger mengalami deformasi atau perubahan bentuk akibat tekanan berat.

Oleh karena itu, metode perbaikan yang dijalankan dengan mengeruk jalan terlebih dulu.“Di Puger kita mulai fokus bukan hanya sekadar nambal, tapi menggaruk,” tegas Emil.

BACA: Dishub Jatim Siapkan Angkutan Lebaran Lebih Awal, Masa Operasi 17–31 Maret 2026

Secara teknis, lanjutnya, perbaikan dilakukan dengan mengupas badan jalan sedalam 20–40 sentimeter, mengganti fondasi agregat kelas A. Kemudian, menutupnya menggunakan aspal emulsi CPHMA.

Emil menyebut secara standar teknis, ruas tersebut seharusnya tidak dilalui truk besar. Namun, pemerintah tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan kebutuhan ekonomi.

“Kalau memang kita mau menuruti standarnya, tidak boleh lagi ada truk lewat sama sekali. Truk besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemprov menyiapkan dua langkah paralel percepatan penutupan lubang berbahaya dan rekonstruksi menyeluruh di titik yang sudah rusak berat.

“Kalau misalnya kurang timnya, tambah. Sudah itu. Yang kedua, kalau untuk membenahi tidak bisa sekadar patching, maka harus dibongkar,” katanya.