Jumat, 20 February 2026 07:50 UTC

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono saat diwawancarai di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat, 20 Februari 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mempercepat persiapan angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan serta berbagai pemangku kepentingan.
“Persiapan dilakukan lebih awal karena kami berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan seluruh stakeholder terkait. Masa angkutan Lebaran tahun ini ditetapkan mulai 17 hingga 31 Maret, atau sekitar 16–17 hari,” kata Nyono saat diwawancarai di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat, 20 Februari 2026.
BACA: Rekomendasi Jaket Windbreaker Puma untuk Proteksi Maksimal
Ia menjelaskan, penetapan masa angkutan tersebut menjadi dasar pengaturan operasional transportasi darat, laut, dan simpul-simpul pergerakan penumpang di Jawa Timur.
Dishub Jatim juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penerapan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
BACA: Nyepi Berdekatan dengan Puncak Mudik, Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk Tutup 18 Maret 2026
Selain itu, pemerintah provinsi meminta masyarakat merencanakan perjalanan lebih matang dan memperhatikan jadwal operasional transportasi, terutama bagi pemudik tujuan Bali.
Langkah persiapan dini ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik serta meminimalkan potensi gangguan selama periode Lebaran 2026.
