Logo

Lapas Mojokerto Ajak Warga Binaan Memperbaiki Diri lewat Pondok Ramadan

Reporter:,Editor:

Jumat, 20 February 2026 05:00 UTC

Lapas Mojokerto Ajak Warga Binaan Memperbaiki Diri lewat Pondok Ramadan

Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto saat mengikuti Pondok Ramadhan. Foto: Humas Lapas.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Momentum Ramadan banyak dimanfaatkan umat Islam untuk mengejar berkah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikian halnya dengan umat Islam yang tengah menjalani masa hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini mengikuti Pondok Ramadan yang digelar pihak lapas dengan menggandeng PCNU Kabupaten Mojokerto, Jumat, 20 Februari 2026.

Pembinaan agama di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto yang diikuti para WBP ini berlangsung khusyuk. Mereka tampak antusias menyimak tausiyah yang disampaikan perwakilan PCNU Kabupaten Mojokerto.

Penceramah mengajak para WBP memperbanyak amal ibadah selama Ramadan sebagai bekal kehidupan di akhirat. WBP juga diingatkan untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

BACA: Menjelang Ramadan,Satgas Pangan Soroti Harga Dua Komoditas Bapokting di Mojokerto

Setiap individu, tak terkecuali WBP, memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik. Ramadan disebut sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah, membenahi akhlak, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT.

Para WBP pun diajak menjadikan masa pembinaan sebagai langkah awal hijrah menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan mengapresiasi sinergi dengan PCNU Kabupaten Mojokerto dalam mendukung pembinaan spiritual di dalam lapas.

“Kami berkomitmen memberikan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Pondok Ramadan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk memperdalam ilmu agama dan menyiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan.

“Amal dan perubahan diri adalah bekal utama, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga untuk akhirat. Kami berharap kegiatan ini mampu menyentuh hati dan membawa perubahan positif bagi seluruh Warga Binaan,” lanjutnya.

BACA: Sambut Ramadan, Lapas Mojokerto Ikut Menjalankan Tradisi Bersih-bersih di Masjid

Salah satu WBP berinisial J mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut. “Saya merasa lebih tenang dan termotivasi. Tausiyah tadi mengingatkan saya bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menyiapkan amal sebagai bekal di akhirat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini, Lapas Mojokerto berharap semangat beribadah dan kesadaran spiritual para WBP semakin tumbuh.