Rabu, 25 February 2026 00:30 UTC

Pengendara motor melintas di jalan provinsi di Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, yang rusak dan berlubang, Selasa, 29 Juli 2025. Foto: Zainal Abidin
JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak mengungkap penyebab kerusakan jalan provinsi ruas Kasian-Puger, Jember.
Menurutnya, kondisi deformasi atau perubahan bentuk akibat tekanan berat di jalur itu karena senantiasa dilewati kendaraan dengan kapasitas muatan berlebih. “Memang, (jalur) Kasian-Puger karena truk itu,” ujarnya, Selasa, 24 Februari 2026.
Oleh karena itu, perbaikan di jalur tersebut menjadi salah satu yang diprioritaskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Terutama, saat menjelang Lebaran. Tujuannya, agar perjalanan warga yang mudik ke kampung halaman maupun balik ke tempat kerja bisa lebih aman, nyaman, dan minim kecelakaan lalu lintas. "Yang pasti nantinya dalam proses perbaikan bisa rampung sebelum lebaran," jelasnya.
Menurutnya, kondisi ruas jalan Kasian-Puger mengalami deformasi atau perubahan bentuk akibat tekanan berat.
BACA: Menjelang Lebaran, Pemprov Jatim Prioritaskan Perbaikan Jalur Kasian-Puger Jember
Oleh karena itu, metode perbaikan yang dijalankan dengan mengeruk jalan terlebih dulu.“Di Puger kita mulai fokus bukan hanya sekadar nambal, tapi menggaruk,” tegas Emil.
Secara teknis, lanjutnya, perbaikan dilakukan dengan mengupas badan jalan sedalam 20–40 sentimeter, mengganti fondasi agregat kelas A. Kemudian, menutupnya menggunakan aspal emulsi CPHMA.
Emil menyebut secara standar teknis, ruas tersebut seharusnya tidak dilalui truk besar. Namun, pemerintah tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan kebutuhan ekonomi.
“Kalau memang kita mau menuruti standarnya, tidak boleh lagi ada truk lewat sama sekali. Truk besar,” ujarnya.
Oleh karena itu, pemprov menyiapkan dua langkah paralel percepatan penutupan lubang berbahaya dan rekonstruksi menyeluruh di titik yang sudah rusak berat.
“Kalau misalnya kurang timnya, tambah. Sudah itu. Yang kedua, kalau untuk membenahi tidak bisa sekadar patching, maka harus dibongkar,” katanya.
