Selasa, 26 May 2026 10:18 UTC

Forum Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara Kota Probolinggo membahas hasil survei keamanan masyarakat dan langkah pencegahan kejahatan jalanan. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo mengungkap hasil survei persepsi masyarakat terkait kondisi keamanan lingkungan dan potensi kejahatan jalanan di wilayah setempat.
Hasil survei tersebut dipaparkan dalam kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara yang berlangsung di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Senin, 25 Mei 2026.
Ketua MUI Kota Probolinggo Bidang Komisi Penelitian dan Pengkajian, Dr. Benny Prasetya, menjelaskan tingkat persepsi keamanan masyarakat berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan nilai rata-rata 3,57 dari skala 5.
Meski demikian, kata Benny, masyarakat masih menyimpan kekhawatiran terhadap aksi kejahatan jalanan, khususnya ketika melintas sendirian di jalan sepi pada malam hari.
“Artinya masyarakat masih merasa cukup aman, tetapi ada kekhawatiran yang nyata terhadap potensi kejahatan jalanan. Karena itu diperlukan langkah konkret dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujarnya.
BACA: Pencuri Rumah Terekam CCTV di Probolinggo, Lansia Kehilangan Ponsel dan Dokumen Penting
Ia mengatakan hasil survei tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama agar upaya pencegahan begal dan tindak kriminal jalanan dapat berjalan lebih efektif.
Menurut Benny, MUI juga merekomendasikan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan rasa aman masyarakat. Beberapa di antaranya ialah penambahan lampu penerangan jalan, patroli rutin malam hari, pengawasan di kawasan rawan, hingga edukasi kewaspadaan lingkungan.
“Kami berharap hasil survei ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama agar upaya pencegahan begal lebih efektif dan masyarakat semakin merasa aman,” imbuhnya.
Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, M. Sulton, menambahkan keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia menilai seluruh elemen masyarakat perlu terlibat aktif menjaga kondusivitas daerah.
“MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah, agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” kata Sulton.
BACA: Penjual Tempe di Probolinggo Jadi Korban Begal Bercelurit
Forum silaturahmi ulama dan umara tersebut juga menjadi wadah dialog antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk memperkuat moderasi, toleransi, serta harmoni sosial di Kota Probolinggo.
Dalam forum tersebut, MUI Kota Probolinggo turut mendorong langkah konkret pencegahan begal melalui peningkatan patroli malam, penambahan penerangan jalan di titik rawan, serta edukasi kewaspadaan kepada masyarakat guna menekan angka kejahatan jalanan.
