Selasa, 26 May 2026 08:10 UTC

MUI Kota Probolinggo mendorong peningkatan patroli malam dan penerangan jalan dalam forum Silaturahmi Ulama dan Umara di Kota Probolinggo. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo mendorong langkah konkret untuk menekan maraknya aksi kejahatan jalanan atau begal. Sejumlah upaya yang diusulkan meliputi peningkatan patroli malam, penambahan penerangan jalan di titik rawan, hingga edukasi kewaspadaan kepada masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara yang digelar di Bale Hinggil Kota Probolinggo, Senin, 25 Mei 2026.
Forum bertema “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram” itu dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus MUI Kota Probolinggo, pengurus tingkat kecamatan, tokoh agama, serta elemen masyarakat.
Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, M. Sulton, mengatakan MUI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga situasi daerah tetap kondusif melalui sinergi bersama pemerintah dan aparat keamanan.
“MUI akan senantiasa istiqamah menegakkan amar makruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan saran konstruktif bagi kebijakan pemerintah, agar membawa kemanfaatan dan kemaslahatan untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
BACA: Rumah Debt Collector di Probolinggo Dilempar Bom Ikan
Menurut Sulton, persoalan keamanan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Ia menilai seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah kehidupan sosial.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Probolinggo Bidang Komisi Penelitian dan Pengkajian, Dr. Benny Prasetya, menyebut MUI telah merekomendasikan sejumlah langkah strategis guna menekan angka kejahatan jalanan.
Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan lampu penerangan jalan, patroli rutin malam hari, pengawasan di kawasan minim aktivitas warga, hingga edukasi kewaspadaan lingkungan kepada masyarakat.
“ Kami berharap hasil survei ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama agar upaya pencegahan begal lebih efektif dan masyarakat semakin merasa aman,” imbuhnya.
BACA: Turis China Rekam Keributan saat Dijemput Ojol di Probolinggo, Polisi Turun Tangan
Forum silaturahmi ulama dan umara tersebut juga menjadi ruang dialog antara tokoh agama dan pemerintah daerah dalam memperkuat harmoni sosial serta menjaga ketenteraman masyarakat di Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo, Aminudin, yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, turut mengapresiasi kontribusi MUI dalam menjaga persatuan dan keamanan daerah.
Selain mendorong langkah pencegahan begal, MUI Kota Probolinggo juga memaparkan hasil survei persepsi masyarakat terkait keamanan lingkungan. Hasil survei menunjukkan warga masih memiliki kekhawatiran terhadap potensi kejahatan jalanan, terutama saat melintas di lokasi sepi pada malam hari.
MUI menilai hasil survei tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar upaya menjaga keamanan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
