Selasa, 12 May 2026 12:30 UTC

Chandra Ewin, ojol yang mendapat intimidasi dari pria yang diduga oknum sopir angkutan wisata Bromo yang biasa beroperasi di sekitar terminal. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Video dugaan intimidasi terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) dan wisatawan asal China di kawasan Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo, viral di media sosial dan memicu perhatian publik luas.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pada Minggu siang, 10 Mei 2026, saat seorang driver ojol hendak menjemput wisatawan asing dengan tujuan kawasan wisata Gunung Bromo.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria bermotor memarahi pengemudi ojol ketika proses penjemputan berlangsung. Rekaman itu diunggah langsung oleh wisatawan asing bernama Jinnie melalui akun Instagram pribadinya dan telah ditonton lebih dari 252 ribu kali.
Unggahan tersebut langsung memancing ribuan komentar dari warganet yang menyoroti dugaan tindakan intimidatif terhadap wisatawan dan pengemudi transportasi daring.
Driver ojol bernama Chandra Ewin (46), warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengaku awalnya menerima pesanan dari wisatawan asing untuk perjalanan menuju Bromo.
“Saya dapat order penumpang warga negara asing tujuan Bromo. Karena sebelumnya ada kesepakatan bahwa turis asing masih boleh dijemput di area sekitar terminal, jadi saya ambil order tersebut,” kata Chandra, saat diwawancarai pada Selasa, 12 Mei 2026.
Namun, saat hendak menjemput penumpang, Chandra mengaku didatangi seorang pria yang diduga merupakan oknum sopir angkutan wisata Bromo yang biasa beroperasi di sekitar terminal.
“Tiba-tiba ada yang datang marah-marah. Penumpang asing sempat merekam kejadian itu, lalu saya juga ikut dimaki dan ditekan,” ujarnya.
Untuk menghindari konflik yang lebih besar, Chandra memutuskan membatalkan perjalanan dan meninggalkan lokasi.
“Saya khawatir terjadi keributan lebih besar atau sampai ada kekerasan, jadi order langsung saya batalkan lalu pergi dari lokasi,” imbuhnya.
Kasus yang viral tersebut kini mendapat perhatian dari aparat kepolisian. Polres Probolinggo Kota tengah melakukan penyelidikan guna memastikan kronologi lengkap dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, menyatakan pihak kepolisian telah mulai mengumpulkan informasi awal terkait insiden tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman dan mencari pihak-pihak yang ada di video untuk dimintai keterangan,” ujar Iptu Zainullah.
Polisi juga mengimbau seluruh pihak agar menjaga iklim pariwisata tetap kondusif dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, khususnya di kawasan Probolinggo dan Bromo.
“Wisatawan yang datang harus disambut dengan baik. Jangan sampai kejadian seperti ini menimbulkan citra buruk bagi daerah maupun pariwisata,” pungkasnya.
