Logo

Polisi Mojokerto Selidiki Kematian Pelayan Warung Kopi di Tempat Kerja

Reporter:,Editor:

Senin, 27 April 2026 04:00 UTC

Polisi Mojokerto Selidiki Kematian Pelayan Warung Kopi di Tempat Kerja

Aparat kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di warung kopi yang menjadi lokasi ditemukannya jenazah korban, Minggu malam, 26 April 2026. Foto: Hasan.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Aparat Polsek Ngoro, Kabupaten Mojokerto tengah menyelidiki penyebab kematian Jaka Ari Yahya, 24 tahun di dalam sebuah warung kopi.

Jenazah pria asal Desa Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini ditemukan pada Minggu malam, 26 April 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Saat itu, pemilik warung mengecek operasional tempat usahanya tersebut. Pengecekan dilakukan setelah menerima pesan dari beberapa pelanggan yang menanyakan alasan warung tutup lebih awal. Padahal, biasanya masih buka hingga tengah malam.

Pengecekan dilakukan juga karena pemilik usaha itu tidak bisa menghubungi Jaka Ari, pekerja di warung kopi sejak Minggu petang. Setibanya di sana, suasana warung tampak gelap gulita dengan pintu dalam kondisi tertutup, namun tidak terkunci.

BACA: Mayat Misterius Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto, Evakuasi Terkendala Arus Deras

Saat saksi membuka pintu dan masuk menggunakan penerangan senter ponsel, korban ditemukan dalam posisi terlentang tanpa bergerak. Dari bagian hidung dan mulut korban terlihat mengeluarkan darah.

“Korban ditemukan dalam posisi tergeletak di dalam warung. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kematian,” ungkap Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi, Senin pagi, 27 April 2026.

Penyelidikan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat tentang temuan mayat korban tersebut.

BACA: Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Sooko Mojokerto, Ini Dugaan Penyebabnya

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyita beberapa barang bukti, seperti pakaian korban yang terdapat bercak darah, sebuah palu, telepon genggam. Kemudian, tas berisi dokumen pribadi milik korban.

"Kami mengamankan barang bukti serta meminta visum ke rumah sakit guna memastikan penyebab kematian korban,” tambahnya.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Ngoro bersama Tim Identifikasi Polres Mojokerto masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban.

Sementara, dari hasil keterangan beberapa saksi, korban dan pemilik warung kopi terakhir kali bertemu pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 19.00 WIB.