Kamis, 26 March 2026 11:30 UTC

Petugas saat mengevakuasi jenazah korban dari rumahnya yang berada di Perumahan Sooko Indah, Kecamatan Sooko, Kamis sore, 26 Maret 2026 . Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Warga Perumahan Sooko Indah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis sore, 26 Maret 2026.
Peristiwa ini terungkap setelah warga sekitar mencurigai kondisi rumah korban yang tampak tidak biasa. Kecurigaan tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Korban diketahui berinisial WH (71), seorang pensiunan Dispenda Pemerintah Provinsi Jawa Timur asal Kabupaten Jombang. Selama ini, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara istrinya menetap di Jombang.
Kanit Reskrim Polsek Sooko Iptu Sutono menjelaskan, laporan awal berasal dari perangkat desa bersama warga yang merasa ada kejanggalan di kediaman korban.
"Korban ini bertempat tinggal sendiri di rumahnya untuk keluarganya, anaknya tidak memiliki anak, untuk istrinya bertempat tinggal di Jombang," ungkapnya.
BACA: Pegawai BRI Mojokerto Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumahnya
Saat petugas melakukan pemeriksaan di lokasi, ditemukan sejumlah obat-obatan di dalam rumah korban. Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebutkan korban telah lama menderita penyakit komplikasi.
"Ditemukan adanya obat-obat dan dikuatkan oleh keterangan dari saudaranya bahwa korban ini mengalami sakit komplikasi yang diderita sudah lama," ujarnya.
Berdasarkan kondisi jenazah, polisi menduga korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelum ditemukan. Hal itu ditandai dengan munculnya bau tidak sedap dari dalam rumah.
BACA: Diduga Bunuh Diri, Pemuda di Jatirejo Mojokerto Membusuk di Dalam Rumah
Petugas juga memastikan tidak ada tanda-tanda tindak kejahatan. Barang-barang berharga milik korban, seperti telepon genggam, masih dalam kondisi utuh dan tidak ada yang hilang. Jenazah rencananya akan langsung dimakamkan tanpa proses otopsi.
"Barang-barang berharga, HP dan lainnya masih lengkap, tidak ada yang hilang. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi," pungkasnya.
