Polda Jatim Beber Motif Pembunuhan Guru Tari di Blitar

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 15 April 2019 - 17:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur membeber motif pembunuhan terhadap Budi Hartanto (28), seorang guru tari yang mayatnya dimutilasi, kepalanya ditemukan di Kediri dan tubuhnya di Blitar.

Motif pembunuhan ini terungkap setelah polisi menangkap dua orang yang diduga pelaku, Aris Sugianto (34) dan Azis Prakoso (23) yang dibekuk unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Kediri dan Jakarta.

“Pelaku mengaku sudah berhubungan intim selama tiga kali, dan keempatnya pelaku membunuh korban," kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, Senin 15 April 2019.

Menurut Toni, antara pelaku dan korban sudah berhubungan intim beberapa kali meskipun ada transaksi. Pelaku mengaku membayar korban Rp 100 ribu untuk sekali berhubungan intim dengan korban.

BACA JUGA: Begini Pelaku Mutilasi Blitar Menurut Tetangganya

"Ini bukan proses suka sama suka, tapi ada pembayaran. Yang membayar tersangka," kata Toni.

Toni menjelaskan, untuk sekali layanan seksual, Budi mematok harga Rp 100 ribu setiap sekali melayani nafsu pelaku. Namun saat menyewa keempat kalinya, Aris tidak membayar sehingga terjadi adu mulut antara pelaku dan korban.

"Saat cekcok itu, Azis mencoba mengingatkan untuk jangan ribut, saat itu korban ini menampar Azis," ucapnya.

Perwira dengan pangkat bintang satu di pundak ini menjelaskan, korban yang masih emosi langsung mengambil parang untuk menyerang Azis. Namun tidak mengenainya. Pelaku Azis kemudian merebut parang tersebut dari tangan Budi.

BACA JUGA: Pembunuhan Keji Guru Tari

"Saat itu pelaku Azis berhasil mengenai leher korban yang membuat korban langsung tersungkur dan beberapa kali Azis dan Aris menghajar korban secara bergantian hingga meninggal," ujar Toni.

Kedua pelaku kemudian membuang kepala dan tubuh korban secara terpisah. Untuk koper berisi tubuh dibuang di dekat aliran sungai di Blitar, dan kepalanya dibuang di Kediri.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan kedua pelaku seperti golok, pisau, koper, ponsel, dan motor.

BACA JUGA: Dua Pelaku Bergantian Memutilasi Kepala Korban

Kedua tersangka dijerat pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP dan 365 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan berencana. "Ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup," ucap Toni.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Blitar digegerkan dengan temuan mayat di dalam koper di tepi sungai tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Rabu 3 April 2019.

Baca Juga

loading...