Begini Pelaku Mutilasi Blitar Menurut Tetangganya

Yosibio

Sabtu, 13 April 2019 - 06:45

JATIMNET.COM, Blitar - AS (34), satu dari dua pelaku kasus mutilasi Blitar, tinggal bersama ibunya di Desa Udanawu, kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Ketua RT 2 RW 1 Dusun/Desa Mangunan Hadi mengatakan AS memang asli warga Desa Mangunan, dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Orangtua AS bercerai. Bapaknya tinggal di Ringinrejo, Kabupaten Kediri, sementara ibunya, N tinggal di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

AS bersama dua saudaranya sempat tinggal bersama bapaknya di Kediri. Berdasarkan catatan RT setempat, AS pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Sepulang menjadi TKI, AS membuka usaha berjualan nasi goreng dengan menyewa lahan di wilayah Sambi, Kabupaten Kediri.

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi Blitar Pakai Koper Ibunya untuk Buang Korban

"Dia pulang dari merantau di Malaysia baru sekitar dua tahunan ini, lalu buka usaha sendiri berjualan nasi goreng," kata Hadi kepada Jumat 12 April 2019.

AS memilih tinggal bersama ibunya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Ibu AS juga menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia dan juga baru pulang ke Blitar. Saat ibunya berada di Malaysia, AS biasa tinggal di rumah ibunya sendiri.

Warga sekitar sering mendapati AS berdandan layaknya seorang perempuan di rumah ibunya. Informasi dari warga sekitar rumah orang tuanya menyebutkan, perilaku AS berubah sejak pulang dari merantau menjadi TKI di Malaysia.

AS terlihat berperilaku seperti perempuan, bahkan berdandan layaknya perempuan di dalam rumah. Terkadang juga ada beberapa laki-laki di dalam rumah ibunya.

BACA JUGA: Keluarga Makamkan Bagian Tubuh Korban Mutilasi Blitar

"Warga sering melihat ada perempuan di rumah itu. Ternyata yang berdandan seperti perempuan itu, ya AS itu," kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan, pernah pemuda di lingkungan sekitar, hendak menggerebek rumahnya karena curiga seringnya ada "perempuan" dan beberapa pria di rumah itu. Tapi saat hendak digerebek, orang yang berdandan layaknya perempuan itu ternyata AS.

Nur Kholik, salah satu tetangga pelaku mengatakan AS orangnya agak tertutup. "Dia orangnya tertutup, jarang bergaul. Saya tidak pernah ngobrol sama dia, kalau sama ibunya sering," katanya.

Rumah Nur Kholik berjarak sekitar 50 meter dari rumah orang tua pelaku, yang letaknya berada di tengah-tengah pekarangan agak jauh dari permukiman warga. Kanan kiri rumah orang tua pelaku berupa lahan sepi dan sementara di depan merupakan areal persawahan.

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi yang Ditangkap di Kediri Jualan Nasgor

Menurut Kholik, perilaku AS berbeda dengan lelaki normal pada umumnya. Ia mengatakan tingkah laku AS seperti seorang perempuan terutama caranya berjalan. "Caranya berjalannya seperti seorang perempuan," ujarnya.

Hal sama dikatakan Nawaru, warga lainnya yang juga tetangga jauh pelaku. Dia mengaku kaget kalau AS merupakan salah satu pelaku pembunuhan terhadap guru honorer asal Kota Kediri yang jasadnya ditemukan di dalam koper dan dibuang di pinggir sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Menurutnya, AS memang jarang bergaul dengan warga di lingkungannya. "Ya kaget, perilakunya seperti seorang perempuan kok iso mateni," kata Nawaru terheran-heran.

Baca Juga

loading...