Pelaku Mutilasi Blitar Pakai Koper Ibunya untuk Buang Korban

Yosibio

Jumat, 12 April 2019 - 19:16

JATIMNET.COM, Blitar - Pelaku pembunuh Budi Hartanto (28), AS (34) ternyata menggunakan koper milik ibunya, N (55), untuk membungkus jasad korban dan membuangnya di pinggir sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Lokasi sungai hanya berjarak beberapa kilometer dari rumah pelaku, di dusun mangunan, desa mangunan, kecamatan udanawu.

Usai diperiksa di Mapolres Blitar Kota, N mengatakan, anaknya sempat meminta maaf kepadanya soal koper itu.

Awalnya, AS sempat mengaku koper miliknya telah dijual ke orang, bertepatan dengan penemuan jasad korban, Rabu pekan lalu.

BACA JUGA: Keluarga Makamkan Bagian Tubuh Korban Mutilasi Blitar

"Waktu itu, saya baru pulang salat subuh dari masjid. Dia tiba-tiba langsung minta maaf ke saya. Dia bilang mak, saya minta maaf, koper e kulo sade, payu Rp 200.000 (bu, saya minta maaf, kopernya saya jual, laku Rp 200.000. (Uangnya) saya buat tambahan modal," kata N menirukan ucapan AS kepada wartawan di mapolres Blitar Kota, Jumat 12 April 2019.

Di hari yang sama dengan penemuan jasad korban, sekitar pukul 07.00 WIB, N juga melihat AS membakar pakaian yang diduga milik korban di depan rumah.

Dua hari berlalu, N baru mendengar kabar ada penemuan mayat dalam koper di pinggir sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar yang menggegerkan warga.

N sendiri sempat diperlihatkan foto koper berisi mayat oleh tetangganya, dan sempat mengenali koper persis miliknya.

BACA JUGA: Kepala Korban Mutilasi Blitar Ditemukan Terkubur di Kediri

"Ketika ditunjukkan foto temuan mayat dalam koper, dalam hati saya bilang itu koper milik saya. Tapi saya belum sadar soal itu, karena anak saya bilang kopernya dijual ke orang lain," ujarnya polos.

Pasca kejadian, anaknya AS yang berjualan nasi goreng di kediri ini, juga sering berkata kasar, termasuk kepada dirinya.

AS juga kerap mengumpulkan teman-teman laki-lakinya di rumah, sambil tertawa tawa keras.

Selama ini, AS yang merupakan mantan TKI di Malaysia, bekerja sebagai koki di tempat kerjanya di luar negeri.

BACA JUGA: Ini Lima Kasus Mutilasi yang Menghebohkan di Jatim

Rumahnya juga terlihat baru saja direnovasi, meski belum sempurna.

Rumah yang ditinggali ibunya, di Mangunan, kini ramai dikunjungi orang semenjak kabar buruk tentang AS merebak.

Seperti diberitakan, polisi telah menangkap dua oang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Budi Hartanto, guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri

Satu dari dua pelaku yang ditangkap polisi merupakan warga Kabupaten Blitar, yaitu AS.

BACA JUGA: Pelaku Diduga Gunakan Lebih dari Satu Sajam

"Satu pelaku asal Kabupaten Blitar, tapi yang bersangkutan domisili di Kediri," tulis Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Jumat 12 April 2019.

Baca Juga

loading...