Berdasarkan hasil pemeriksaan labfor mengindikasikan pelaku sudah berencana membunuh korban yang seorang guru tari.

Pelaku Diduga Gunakan Lebih dari Satu Sajam

M. Khaesar Januar Utomo

Senin, 8 April 2019 - 11:47

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus mengembangkan kasus pembunuhan guru honorer tari yang dimasukkan ke dalam koper. Dalam penyidikan yang dilakukan polisi, diduga pelaku menggunakan lebih dari satu senjata untuk membunuh korban.

“Dugaan sementara pelaku menggunakan senjata tajam lebih dari satu untuk menghabisi korbannya. Kemungkinan pelaku menggunakan pisau penghabisan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin, 8 April 2019.

Asumsi lain dari pihak kepolisian menyebutkan korban sempat menangkis serangan yang dilakukan pelaku dengan tangan kanan dan kiri. Indikasi ini terlihat dari luka-luka yang ada di tangan kanan dan kiri korban.

BACA JUGA: Kasus Mutilasi, Polisi Periksa Dua Teman Dekat Korban

Tak hanya itu, pelaku memotong leher korban saat korban sudah tewas. Pelaku melakukan ini karena kepala korban tidak cukup saat dimasukkan ke dalam koper.

“Kemungkinan lain pelaku memotong leher korban karena tidak muat. Pelaku diduga berusaha menghilangkan jejak dengan membuang tubuh korban ke Blitar,” bebernya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan forensik (labfor) Polda Jatim dugaan sementara kasus pembunuhan dan mutilasi itu sudah direncanakan. Pasalnya, korban tidak siap untuk menghadapi kejadian itu. Barung menerangkan indikasi lain terlihat dari alat yang digunakan pelaku untuk melakukan menghabisi korbannya.

BACA JUGA: Pelaku Mutilasi Guru Tari Diduga Orang Terdekat Korban

Sebelumnya, Warga Blitar digegerkan dengan penemuan mayat di dalam koper di tepi Sungai Lahar, di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Rabu, 3 April 2019.

Jenazah di dalam koper itu pertama kali ditemukan Imam saat mencari rumput di tepi sungai. Dia melihat ada kaki keluar dari koper yang tergeletak. Sementara di dalam koper itu hanya ada tubuh korban, sedangkan kepalanya tidak ada.

Temuan itu membuatnya melapor ke perangkat desa sekitar untuk  diteruskan ke kepolisian. Polisi mengidentifikasi jika mayat tersebut adalah seorang guru tari asal Kediri.

Baca Juga

loading...