Logo

Korban Pembacokan Saat Patroli Sahur di Panceng Mulai Membaik, Pelaku Diamankan

Reporter:,Editor:

Minggu, 01 March 2026 11:33 UTC

Korban Pembacokan Saat Patroli Sahur di Panceng Mulai Membaik, Pelaku Diamankan

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution didampingi Kadinkes Gresik, dr. Muhibatul Khusna di RSUD Ibnu Sina. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Korban pembacokan dalam insiden bentrok saat patroli sahur di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, mulai menunjukkan perkembangan positif. Tim medis RSUD Ibnu Sina Gresik memastikan kondisi pasien berangsur membaik setelah menjalani tindakan operasi.

Dokter spesialis bedah yang menangani korban, Agung Kusumanegara, menjelaskan pihaknya telah melakukan tindakan medis secara cepat dan maksimal.

“Hari ini sudah kita lakukan perbaikan, pencucian, dan pengecekan organ dalam. Beruntung tidak ada bagian usus yang pecah. Pasien saat ini sudah mulai mobilisasi, mulai bisa duduk, dan akan segera kita coba diet makan. Jika dalam 1–2 hari ke depan stabil, pasien sudah bisa rawat jalan,” jelasnya.

BACA: Forkopimda Gresik Jenguk Korban Insiden Patroli Sahur di RS

Korban sebelumnya mengalami luka serius di bagian perut akibat senjata tajam. Respons cepat tim medis membuat kondisi pasien stabil dan terus dipantau secara intensif.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah mengamankan satu orang terduga pelaku pembacokan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Kapolres Gresik Ramadhan Nasution menegaskan jajarannya akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang Idulfitri.

BACA: Pemkab Gresik Resmikan Landfill Mining di TPA Ngipik, Olah Sampah Lama Jadi Energi Alternatif

Sebelumnya, jajaran Forkopimda Gresik telah menjenguk korban sekaligus melakukan langkah mitigasi konflik guna mencegah kejadian serupa terulang.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan, terutama selama Ramadan hingga Lebaran.