Pilot Lion Air Pukul Pegawai Hotel Surabaya, Korban Trauma

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 3 Mei 2019 - 15:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Seorang pilot Lion Air memukul karyawan Hotel La Lisa, Jalan Raya Nginden, Surabaya. Korban saat ini mengalami trauma, dan meminta izin tidak bekerja.

General Manajer (GM) La Lisa Hotel, Rahmi D Tris membenarkan kejadian pemukulan atau penganiayaan tersebut.

Kasus tersebut terjadi Selasa, 30 April 2019 lalu oleh salah satu oknum Pilot dari Lion Air.

"Betul kejadiannya tanggal 30 April lalu," ucapnya, dihubungi lewat telepon, Jumat 3 Mei 2019.

BACA JUGA: Begini Situasi Kokpit Pesawat Lion Air JT610 Sebelum Jatuh

Rahmi menjelaskan, saat ini korban pemukulan berinisial R sedang istirahat karena mengalami trauma.

Korban mengajukan izin untuk libur bekerja pasca pemukulan itu. "Korban Ambil libur beberapa hari untuk memulihkan trauma," katanya..

Rahmi menegaskan, jika pemukulan yang dialami oleh korban menyebabkan pegawainya mengalami syok, meskipun luka pukulan bisa dirawat sendiri.

 "Yang bersangkutan cuman ambil libur aja," tambahnya.

BACA JUGA: Kecelakaan Ethiopian Airlines Punya Kesamaan dengan Lion Air

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan jika sampai saat ini polisi belum mendapatkan laporan apa pun terkait kasus pemukulan tersebut.

Namun, polisi sudah mengidentifikasi lokasi hotel tersebut. "Kalau tidak salah itu ada di Jalan Raya Nginden Hotel La Lisa," ucapnya, Jumat, 3 Mei 2019.

Rudi mengatakan, Polisi akan mendatangi lokasi hotel untuk menanyakan kejadian tersebut.  "Kami secepatnya akan melakukan kordinasi dengam hotel dan menanyakan mengenai kejadian tersebut," bebernya.

Sebelumnya, ramai diwartakan bahwa seorang pilot Lion Air menganiaya seorang pegawai hotel di Surabaya.

BACA JUGA: Lion Air Tunda Kedatangan Boeing 737 Max 8

Dalam sebuah rekaman video CCTV yang beredar, terlihat pilot tersebut beberapa kali memukul pegawai hotel yang tak memberikan perlawanan.

Dari rekaman video yang beredar itu, oknum pilot laki-laki nampak tidak terima dengan pelayanan pegawai hotel tersebut, dalam menyetrika baju seragamnya.

Baca Juga

loading...