JATIMNET.COM, Surabaya – Peserta didik Kejar Paket C di Kota Surabaya terus meningkat hingga lebih dari 100 persen atau dari sepuluh menjadi 50 siswa.

“Peserta paket C ini juga mendapatkan bimbingan kejuruan (vokasional) seperti di SMK, yang dilaksanakan pada 22 Januari lalu,” kata Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Surabaya, Thussy Apriliyandari, Rabu 23 Januari 2019.

Peserta didik tersebut berasal dari anak-anak putus sekolah yang telah di-outreach (di luar jangkauan) kemudian mendapatkan beasiswa pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

BACA JUGA: Kemenperin Anggarkan Rp 1,78 Triliun Untuk Pendidikan Vokasi Industri

Thussy mengungkapkan, para peserta yang mengikuti program kejar paket C Plus vokasional ini nantinya akan mendapatkan tiga ijazah. Pertama ijazah Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK), kedua sertifikat pelatihan, dan ketiga uji sertifikasi kompetensi.

“Dengan memiliki tiga ijazah dan sertifikat, para peserta didik nanti mampu bersaing dengan dunia kerja,” ungkap Thussy.

Sebelum mengikuti program kejar paket C dan vokasional, peserta mengikuti serangakaian proses mulai dari tes wawancara (interview), pemetaan lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), verifikasi dokumen, tes bakat minat, hingga pelatihan entrepreneurship.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Ibnu Shobir mengungkapkan meningkatnya peserta didik kejar Paket C salah satunya disebabkan kemampuan ekonomi masyarakat. Sehingga kesempatan untuk bersekolah di sekolah reguler terhalang.

BACA JUGA: Legislator Jatim Minta Pemerintah Fokus Pendidikan Vokasi Untuk SMA

“Karena faktor ekonomi, menyebabkan putus sekolah seperti membantu orang tuanya mencari rezeki," tambahnya.

Menurutnya pihak sekolah pastinya memberikan fasilitas kepada siswa yang kurang mampu. Akan tetapi belum dapat mencakup semua kalangan.

Karena adanya peralihan pengelolaan anak didik dari kota ke provinsi, pemkot harus bisa mencari cara agar bisa mengayomi banyaknya peserta didik yang putus sekolah.

“Salah satunya dengan memberikan fasilitas kejar paket C secara gratis. Saya kira itu mekanisme yang tidak bertentangan dengan hokum,” tutupnya.