Kemenperin Anggarkan Rp 1,78 Triliun untuk Pendidikan Vokasi Industri

David Priyasidharta

Selasa, 8 Januari 2019 - 13:42

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,78 triliun untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi industri pada tahun 2019.

Langkah strategis ini dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten agar siap menghadapi perkembangan industri 4.0.

“Progam itu menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja kita dalam menerapkan industri 4.0. Ini sejalan dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Jatinet.com, Senin 7 Januari 2019.

Airlangga menyebutkan program pendidikan vokasi industri itu berbasis pada kompetensi melalui sistem ganda atau dual system (teori dan praktik).

Kegiatan itu diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin, yakni 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas dengan target peserta didik sebanyak 19.478 orang.

BACA JUGA: Kemenperin Fasilitasi Pembangunan Politeknik di Kawasan Industri

“Tahun ini, kami juga menyelenggarakan program pendidikan Diploma I yang lulusannya bisa bekerja langsung di industri dengan target 600 mahasiswa,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, SDM menjadi ujung tombak dan kekuatan Indonesia dalam memasuki era industri 4.0 karena seiring dengan adanya bonus demografi hingga 15 tahun ke depan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, tahun ini difokuskan pada pengembangan SDM yang berkualitas sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” paparnya.

Peningkatan kompetensi SDM menjadi salah satu program prioritas karena dapat memacu produktivitas dan daya saing sektor industri nasional.

Selain itu, Kemenperin akan memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung.

Saat ini, Kemenperin sedang menyusun kurikulum politeknik dengan tim komite yang telah ditetapkan dan lokasi politeknik dari hibah PT. Chandra Asri.

Upaya itu memudahkan para perusahaan di kawasan industri tersebut dalam mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan saat ini.

“Bahkan, kami telah bekerja sama dengan Swiss untuk menerapkan pendidikan vokasi industri yang dual system di sejumlah Politeknik kami, dengan nama program Skill For Competitiveness (S4C),” imbuhnya.

BACA JUGA: Industri Manufaktur Jadi Sektor Andalan Dongkrak Nilai Ekspor

Tahun ini pula, Kemenperin melanjutkan peluncuran program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri.

Ada empat wilayah yang akan disasar, yakni Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Program ini, ditargetkan mampu melibatkan sebanyak 2.600 SMK dan 750 industri.

“Jadi pada tahap ketujuh, rencananya launching program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri di Makassar pada 17 Januari 2019 dengan target diikuti oleh 39 perusahaan industri dan 185 SMK,” tuturnya.

Selanjutnya, Kemenperin akan memberikan program peningkatan kompetensi guru produktif untuk lingkungan SMK sebanyak 2.000 orang.

“Kami juga memfasilitasi silver expert untuk SMK sebanyak 100 orang,” ujar Airlangga.

Baca Juga

loading...