Penggunaan istilah 'Wisata Religi' untuk Haji dan Umrah Dilarang

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Senin, 11 Maret 2019 - 16:32

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi melarang penggunaan istilah 'wisata religi' (siyaahah ad-diiniyyah) untuk penyelenggaraan haji dan umrah.

"Sekarang, istilah itu dilarang untuk kegiatan apapun yang terkait dengan haji, umrah, atau ziarah ke Masjid Nabawi," kata Konsul Haji atau Staf Teknis Haji KJRI di Jeddah, Endang Jumali seperti dilansir dari laman Kementerian Agama, Minggu 10 Maret 2019.

Endang mengatakan informasi tentang kebijakan baru itu baru diketahui berdasarkan surat Muassasah Muthawwif Jemaah Haji Asia Tenggara kepada Ketua Kantor Urusan Haji Indonesia.

Menurutnya, surat itu merupakan tindak lanjut dari surat Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi pada 7 Februari 2019 (2 Jumadil Akhir 1440 H) yang merujuk pada Dekrit Kerajaan.

BACA JUGA: Kemenag Bangun 16 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu

"Kami sudah bersurat kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ikut mensosialisasikan kebijakan baru tersebut, baik kepada Kanwil Kemenag Provinsi, maupun penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus dan umrah," tandasnya.

Penggunaan istilah "wisata religi" sering ditemui dalam paket-paket penyelenggaraan ibadah umrah dan haji khusus. Istilah ini biasanya dikonotasikan dengan kunjungan ke tempat-tempat yang memiliki sejarah dalam dakwah Islam.

Wisata ini adakalanya berada di domestik wilayah Saudi, ada juga yang sampai negara-negara timur tengah lainnya yang disatukan dalam paket perjalanan ibadah umrah dan haji khusus.

Baca Juga

loading...