Penggratisan SMA/SMK di Surabaya Bisa Melalui Mekanisme Dana Hibah

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 8 Maret 2019 - 21:43

JATIMNET.COM, Surabaya - Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memilih mekanisme lain untuk bisa menggratiskan SMA/SMK dengan pemberian hibah. Cara ini dianggapnya paling tepat sesuai aturan.

"Kalau ingin SMA/SMK di Surabaya gratis, tinggal dana dari APBD Kota Surabaya dihibahkan ke pemerintah provinsi. Itu dimungkinkan juga oleh Undang-Undang 23," ujar Fandi Utomo, Jumat 8 Maret 2019.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, keinginan pemkot mengelola SMA/SMK terbentur ketentuan pasal 17 dalam Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

BACA JUGA: SPP Gratis SMA/SMK Perlu Dibahas dalam APBD

Dalam pasal itu disebutkan bahwa pemerintah dalam menentukan kebijakan daerah wajib berpedoman pada norma standard, prosedur dan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

"Jadi, pengaturan seperti itu dan pengelolaannya tetap di tangan Pemerintah Provinsi. Pendidikan SMA/SMK di dalam Undang-Undang nomor 23, ketentuan pasal 17 pengelolaan memang ada di tangan provinsi," bebernya.

Fandi mengimbau pemkot tidak perlu terlalu berharap untuk mengelola SMA/SMK. Menurutnya, ada hal-hal teknis yang masih didiskusikan dengan kepala dingin terkait teknis atau standard yang akan diterapkan.

BACA JUGA: Khofifah: Sekolah SMA/SMK Pasti Bisa Gratis

"Pendidikan SMA/SMK di dalam Undang-Undang nomor 23, ketentuan pasal 17 pengelolaan memang ada di tangan provinsi," ungkapnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang Pemkot Surabaya untuk menggunakan sistem block grant guna membantu SMA/SMK di Surabaya. Sistem ini berupa daerah yang menitipkan dana ke pemprov untuk membantu pembiayaan SMA/SMK di daerah.

Opsi itu dinilai lebih memungkinkan dibandingkan mengambil alih kewenangan pengelolaan SMA/SMK. “Kalau mengambil alih kewenangan tetap diambil akan menyalahi undang-undang 23 tahun 2014. Aturan itu bisa dijadikan referensi bagi Kota Surabaya,” kata Khofifah.

Baca Juga

loading...