Pengendalian Iklan Kampanye Politik Tak Batasi Kebebasan Berekspresi

David Priyasidharta

Minggu, 14 April 2019 - 11:01

JATIMNET.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pengawas Pemiu (Bawaslu) melakukan pengendalian konten iklan kampanye politik melalui platform digital memasuki tahapan masa tenang Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 tanggal 14 hingga 16 April 2019.

Namun, pengendalian iklan dari peserta Pemilu itu tidak akan membatasi hak kebebasan berekspresi warga negara.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengatakan siapapun pada masa tenang ini akan dilarang mengunggah kembali atau mengajak atau mempromosikan peserta Pemilu Serentak 2019.

BACA JUGA: Mendagri Optimis Partisipasi Pemilu 2019 Melebihi Target

“Konten yang diupload pada masa tenang oleh siapapun tidak boleh ada yang mengarah kepada kampanye, bukan berarti memberangus kebebasan berekspresi lewat media sosial,” tandas Dirjen Semuel dalam Konferensi Pers Penanganan Media Sosial pada Masa Tenang Pemilu di Media Center Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Sabtu 13 April 2019.

Bawaslu sudah mengeluarkan larangan untuk memasang iklan pada media massa selama 14-16 April 2019. Kini, larangan itu juga berlaku di platform digital maupun media sosial agar masa tenang Pemilu 2019 menjadi lebih kondusif.

“Di media massa tidak boleh pasang iklan kan? Di media sosial juga sama. Ini di ruang siber, kalau kita lihat tidak boleh lagi mempromosikan, tidak boleh lagi me-reposting,” tutur Dirjen Aptika dalam laman Kementerian Kominfo.

Ia mengatakan dalam dunia nyata, pengendalian masa tenang Pemilu dilakukan dengan menurunkan spanduk-spanduk atau poster yang berkaitan dengan peserta pemilu atau kampanye peserta pemilu.

BACA JUGA: Pemberitaan Hasil Survei Pemilu di Masa Tenang Terancam Pidana

Oleh karena itu, di dunia siber pun pengendalian yang akan dilakukan apabila ada seseorang ditemukan memasang kembali iklan kampanye adalah dengan menurunkan atau menghapus hingga penanganan suspend akun media sosial tersebut.

“Saya imbau masyarakat, kita punya mesin yang bisa mencari, habis itu kita take down. Kita juga bisa suspend akunnya. Kami imbau agar tetap tenang,” tutur Semuel.

Semual juga mengatakan semua pihak harus turut berpartisipasi menjalani masa tenang ini. "Bukan hanya platform media sosial yang harus turut menjaga dengan menurunkan postingan atau menurunkan tagar saja tapi masyarakat juga bisa berkontribusi dengan tidak mengunggah apapun yang berkaitan dengan kampanye Pemilu dalam masa tenang ini," katanya.

Baca Juga

loading...