Pemprov Tegaskan Belum Ada Investasi Asing Soal Limbah B3

Baehaqi Almutoif

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:40

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Biro Humas dan Protokol Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan, Pemprov Jatim belum pernah menerima suntikan dana dari investor asing, khususnya untuk pembangunan pusat pengolahan sampah dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Dawarblandong.

“Saat pertemuan dengan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik beberapa waktu lalu di Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah sama sekali tidak membahas masalah investasi ini, hanya courtesy call Dubes Inggris kepada Gubernur Jawa Timur sekaligus memberikan ucapan selamat sebagai gubernur yang baru,” ujar Aries melalui keterangan tertulisnya, Selasa 19 Maret 2019.

BACA JUGA: Inggris Tertarik Investasi Pabrik Pengolahan Limbah B3

Pernyataan ini meluruskan pemberitaan terkait Gubernur Jatim yang sudah melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Dubes Inggris untuk Indonesia adalah tidak benar. Karena kesepakatan harus melalui beberapa tahap dan proses yang berlapis.

“Di samping itu, terkait MoU dengan negara lain harus mendapatkan izin dari Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Dalam Negeri,” terangnya.

Ia menilai pembicaraan terkait investasi sebesar Rp 500 miliar belum pernah dilakukan selama ini oleh Dubes Inggris Moazzam Malik kepada Gubernur Jawa Timur. Saat pertemuan tersebut Gubernur Khofifah fokus untuk mengajak kerjasama di bidang pendidikan, baik vokasional maupu Madrasah Aliyah di Jatim. Penguatan kerjasama ini dirasa penting karena postur pengangguran terbanyak adalah lulusan SMK.

BACA JUGA: Jelang Lengser, Soekarwo Teken Pembangunan Pengelolaan Limbah B3

“Terdapat hal yang sifatnya strategis untuk jangka panjang dan jangka pendek. Salah satu prioritasnya yakni kerjasama pendidikan vokasional,” terang Aries.

Selain kerjasama pendidikan vokasional, lanjutnya, Gubernur Khofifah juga menginginkan adanya kerjasama pelatihan Bahasa Inggris pada beberapa sekolah dan juga di berbagai pondok pesantren.

“Menurut ibu gubernur jika ada penguatan bahasa, secara bertahap bisa mengurangi unskill labour ke luar negeri, dan tergantikan dengan skill labour,” ungkap Aries.

BACA JUGA: Pengelolaan Limbah B3 di Jatim Sudah Mendesak

Aries menambahkan, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik juga menyambut baik ajakan yang ditawarkan oleh Gubernur Jatim yakni kerjasama di bidang pendidikan. Bahkan, Pemerintah Inggris telah melakukan kerjasama bidang pendidikan ke beberapa perguruan tinggi seperti ITS dan UK Petra.

“Dubes Inggris juga akan membuat rencana di bidang pendidikan khususnya vokasional training untuk kemaritiman, aviasi, dan keterampilan industri seperti welding,” katanya.

Baca Juga

loading...