Logo

Menenun Kolaborasi, Merawat Ketahanan Energi: Menghapus Sumbatan Informasi di Hulu Migas

Reporter:,Editor:

Jumat, 10 July 2026 14:22 UTC

Menenun Kolaborasi, Merawat Ketahanan Energi: Menghapus Sumbatan Informasi di Hulu Migas

Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, usai membuka Media Gathering di Hotel Kokoon, Banyuwangi. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Sinergi antara industri hulu minyak dan gas bumi (migas), pemerintah, media, serta masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi energi yang berkelanjutan.

Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Media Gathering bertajuk "The Future is Collaborative, Sustaining Our Energy" yang menghadirkan Subholding Upstream Pertamina, SKK Migas, pemerintah daerah, dan insan media di Hotel Kokoon, Banyuwangi, Jumat, 10 Juli 2026.

Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, menegaskan pembangunan sektor energi membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan energi tidak bisa dicapai hanya oleh satu pihak.

"Membangun itu tidak sendiri-sendiri, melainkan bersama-sama secara berkelanjutan. Kami, media, dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam mendukung ketahanan energi Indonesia," ujar Sigit.

BACA: SKK Migas Jabanusa Usulkan Optimalisasi DBH Migas untuk Percepat Pembangunan Daerah Pesisir 

Ia menjelaskan, industri hulu migas hingga kini masih menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan energi nasional. Oleh karena itu, penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat melalui media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor energi.

Dalam diskusi tersebut juga mengemuka sejumlah tantangan yang masih dihadapi kalangan jurnalis, terutama terkait akses terhadap informasi dan narasumber. Kondisi itu dinilai kerap memengaruhi proses konfirmasi maupun pendalaman pemberitaan mengenai sektor hulu migas.

Menanggapi hal tersebut, Public Relations SKK Migas, Arif Hermawan, mengatakan lembaganya terus memperkuat keterbukaan informasi melalui berbagai saluran komunikasi publik agar masyarakat semakin mudah memperoleh data terkait industri hulu migas.

"Kami terus mendorong adanya pusat informasi untuk mendukung publik memperoleh data hulu migas. Meski masih ada sejumlah keterbatasan, kami berkomitmen menyampaikan informasi secara cepat setiap kali terdapat momentum penting yang perlu diketahui masyarakat," terang Arif.

Selain melalui situs resmi, SKK Migas juga mengoptimalkan penyebaran informasi lewat media sosial, siaran pers, konferensi pers, media briefing, hingga kegiatan media gathering.

BACA: SKK Migas - Medco Energi Sampang Susun PPM 2026 dengan Melibatkan Warga 

Berdasarkan hasil pemantauan SKK Migas sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 12.560 pemberitaan mengenai industri hulu migas. Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen bernada positif, sedangkan 2 persen lainnya bernada negatif.

SKK Migas juga memaparkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi sumber daya migas yang besar, yakni cadangan minyak sekitar 4,70 miliar barel (BBO) dan cadangan gas mencapai 55,76 triliun kaki kubik (TCF). Potensi tersebut dikelola melalui 167 wilayah kerja, yang terdiri atas 104 wilayah eksploitasi, 44 wilayah eksplorasi, serta 19 wilayah yang sedang menjalani proses terminasi kontrak.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, industri, media, dan masyarakat, pemahaman publik terhadap sektor hulu migas diharapkan terus meningkat. Kondisi tersebut diyakini akan mendukung penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong peningkatan produksi migas di Indonesia.