Jumat, 10 July 2026 15:00 UTC

Pemaparan Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Arief Hermawan dalam acara media gathering di Banyuwangi, Jumat 10 Juli 2026. Foto: Zidni Ilman.
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Pesatnya perkembangan media sosial, Artificial Intelligence (AI), podcast hingga citizen journalism tidak menggeser peran media profesional sebagai rujukan informasi publik.
Justru di tengah derasnya arus informasi digital, media arus utama dinilai tetap menjadi pilar penting karena mengedepankan verifikasi, akurasi, dan mekanisme pertanggungjawaban.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan saat Media Gathering 2026 yang digelar SKK Migas bersama Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur di Banyuwangi, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Arief, media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Meski kini masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai platform digital, media profesional tetap menjadi acuan karena setiap informasi yang dipublikasikan melewati proses verifikasi sesuai kaidah jurnalistik.
"Media merupakan salah satu pembentuk opini publik. Meskipun saat ini ada media alternatif seperti citizen journalism maupun podcast, media sebagai institusi formal tetap menjadi tolok ukur dalam membentuk persepsi masyarakat karena memiliki standar verifikasi dan mekanisme yang jelas," jelasnya.
Ia menjelaskan, perbedaan paling mendasar antara media profesional dengan berbagai konten yang beredar di media sosial maupun platform digital terletak pada proses verifikasi.
Informasi yang beredar tidak dapat langsung dianggap sebagai fakta tanpa melalui konfirmasi dan pembuktian.
Arief menambahkan, media juga memiliki mekanisme koreksi apabila terjadi kekeliruan dalam pemberitaan, sesuatu yang tidak selalu dimiliki berbagai kanal informasi digital.
"Ketika sebuah media melakukan kesalahan dalam pemberitaan, ada mekanisme koreksi dan hak jawab. Itu yang membuat media tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang kredibel," katanya.
Menurut Arief, keberadaan media yang kredibel juga memiliki peran penting dalam mendukung program strategis pemerintah, termasuk upaya mewujudkan swasembada energi nasional.
Dukungan masyarakat, katanya, hanya dapat dibangun apabila informasi yang diterima bersifat akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Media Gathering 2026 sendiri mengusung tema "The Future is Collaborative: Sustaining Our Energy". Kegiatan tersebut mempertemukan SKK Migas, Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur, dan jurnalis dari berbagai daerah di wilayah Regional 4 Indonesia Timur.
Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, mengatakan media merupakan mitra strategis perusahaan dalam menjembatani informasi industri hulu migas kepada masyarakat.
"Bagi kami, media bukan sekadar saluran komunikasi. Media adalah mitra strategis untuk membangun pemahaman publik mengenai industri hulu migas sehingga masyarakat memperoleh informasi yang kredibel," ujarnya.
Selain membahas perkembangan sektor hulu migas, para peserta juga memperoleh materi mengenai transformasi bisnis media di era konvergensi digital serta pemanfaatan teknologi AI sebagai bekal menghadapi perubahan ekosistem jurnalistik.
Kegiatan tersebut diikuti jurnalis dari berbagai daerah, di antaranya Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, Blora, Rembang, Luwuk, dan Banggai.
Dengan mengangkat isu transformasi media, forum ini menjadi ruang diskusi mengenai bagaimana media profesional tetap menjaga kepercayaan publik di tengah masifnya informasi yang diproduksi melalui media sosial dan teknologi AI.
