Logo

Ekspor Gerbong Barang PT INKA ke Australia dan Selandia Baru Tembus 1.000 Unit

Reporter:

Sabtu, 11 July 2026 06:00 UTC

Ekspor Gerbong Barang PT INKA ke Australia dan Selandia Baru Tembus 1.000 Unit

Locomotive platform produksi PT INKA saat hendak diekspor kepada UGL RS Pty Limited di Australia. Foto: PT INKA

JATIMNET.COM, Surabaya - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA (Persero) terus memperkuat posisinya di pasar internasional.

Hingga kini, perusahaan pelat merah tersebut telah mengekspor lebih dari 1.000 unit gerbong barang dan belasan locomotive platform untuk mendukung operasional perkeretaapian di Australia dan Selandia Baru.

Catatan ekspor tersebut kembali bertambah setelah INKA mengirim dua unit locomotive platform kepada UGL RS Pty Limited di Australia, Jumat, 10 Juli 2026.

Kedua unit itu merupakan unit ke-17 dan ke-18 dari total kontrak pengadaan 50 unit yang ditandatangani pada 2021 dengan nilai lebih dari Rp100 miliar.

Pengiriman dilakukan melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Kolaborasi ini menjadi bagian dari sinergi antar-BUMN dalam mendukung kelancaran rantai logistik ekspor produk manufaktur nasional.

Komisaris PT INKA, Sangap Surbakti mengatakan bahwa keberhasilan pengiriman tersebut menjadi bukti bahwa produk manufaktur perkeretaapian Indonesia mampu memenuhi standar dan diterima di pasar global.

"Pengiriman ini merupakan capaian penting bagi INKA karena menunjukkan bahwa produk manufaktur perkeretaapian nasional tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga dapat diterima oleh pasar internasional," ujarnya.

Menurut Sangap, keberlanjutan kontrak ekspor tersebut sekaligus memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional. Selain memenuhi kebutuhan pelanggan global, ekspor juga membawa nama baik Indonesia di pasar internasional.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan ekspor terus diperkuat melalui regulasi yang kondusif, proses perizinan yang efisien, serta koordinasi lintas instansi.

"Sebagai perusahaan negara yang menjalankan kegiatan ekspor, INKA tidak hanya membawa kepentingan perusahaan, tetapi juga nama dan reputasi Indonesia di pasar internasional. Dukungan tersebut penting agar perusahaan Indonesia mampu memenuhi komitmen kepada pelanggan global dan semakin kompetitif di pasar internasional," pungkasnya.