Jumat, 10 July 2026 16:12 UTC

Pemaparan Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Arief Hermawan dalam acara media gathering di Banyuwangi, Jumat, 10 Juli 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM – Upaya mewujudkan swasembada energi nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas). Dukungan publik yang dibangun melalui informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan sektor energi.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur terus memperkuat kolaborasi dengan media melalui Media Gathering 2026 yang digelar di Banyuwangi, Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan yang mempertemukan SKK Migas, Pertamina, dan para jurnalis dari berbagai wilayah kerja Regional Indonesia Timur tersebut mengusung tema "The Future is Collaborative: Sustaining Our Energy."
Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryono, mengatakan media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi mengenai industri hulu migas kepada masyarakat. Menurutnya, media merupakan mitra strategis untuk membangun pemahaman publik terhadap sektor energi.
"Bagi kami, media bukan sekadar saluran komunikasi. Media adalah mitra strategis untuk membangun pemahaman publik mengenai industri hulu migas sehingga masyarakat memperoleh informasi yang kredibel," ujarnya.
BACA: SKK Migas Sebut Verifikasi Jadi Kekuatan Media di Era AI dan Informasi Digital
Sigit menjelaskan, tantangan sektor energi ke depan tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga produksi migas, tetapi juga membangun kolaborasi antara perusahaan, media, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui komunikasi yang efektif, informasi mengenai kontribusi industri migas terhadap pembangunan nasional dapat tersampaikan secara utuh, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin antara perusahaan dan media dapat terus diperkuat melalui diskusi, berbagi pengetahuan, serta komunikasi yang intensif. Dengan demikian, berbagai program dan capaian sektor hulu migas dapat dipahami publik secara lebih luas.
"Semoga sinergi yang sudah terjalin sampai saat ini dan ke depan bisa berjalan baik," ungkapnya.
Sambutan Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Sigit Dwi Aryono dalam acara media gathering di Banyuwangi Jumat 10 Juli 2026. Foto: Zidni Ilman
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan, menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan media sosial, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), podcast, hingga citizen journalism, media profesional tetap memegang peran sentral sebagai pembentuk opini publik.
Menurutnya, media arus utama masih menjadi rujukan masyarakat karena bekerja berdasarkan kaidah jurnalistik yang mengedepankan proses verifikasi serta memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
"Media merupakan salah satu pembentuk opini publik. Meskipun saat ini ada media alternatif seperti citizen journalism maupun podcast, media sebagai institusi formal tetap menjadi tolok ukur dalam membentuk persepsi masyarakat karena memiliki standar verifikasi dan mekanisme yang jelas," jelasnya.
Arief menambahkan, perbedaan mendasar antara media profesional dan berbagai konten yang beredar di ruang digital terletak pada proses verifikasi. Informasi tidak dapat serta-merta dianggap sebagai fakta tanpa melalui pembuktian dan konfirmasi yang memadai.
"Ketika sebuah media melakukan kesalahan dalam pemberitaan, ada mekanisme koreksi dan hak jawab. Itu yang membuat media tetap dipercaya sebagai sumber informasi yang kredibel," tambahnya.
BACA: SKK Migas Jabanusa Usulkan Optimalisasi DBH Migas untuk Percepat Pembangunan Daerah Pesisir
Menutup paparannya, Arief menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan kemandirian atau swasembada energi tidak cukup hanya ditopang oleh eksplorasi maupun peningkatan produksi migas. Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting yang hanya dapat dibangun melalui penyampaian informasi yang benar, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Banyuwangi, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina yang memilih Banyuwangi sebagai lokasi penyelenggaraan Media Gathering 2026.
"Kami berterima kasih kepada Pertamina yang menggelar Media Gathering di Banyuwangi. Melalui kegiatan ini kami dapat memperkenalkan spirit Banyuwangi kepada khalayak yang lebih luas melalui kolaborasi bersama media," pungkasnya.
Media Gathering 2026 diikuti para jurnalis dari berbagai daerah, di antaranya Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, Blora, Rembang, Luwuk, dan Banggai.
Selain membahas perkembangan industri hulu migas, para buruh pena itu juga memperoleh materi mengenai transformasi bisnis media di era konvergensi digital serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sebagai bekal menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang.
