JATIMNET.COM, Surabaya – Forum Komunikasi Masyarakat Industri Sidoarjo (FKMIS) meminta pemerintah memiliki skema penyelesaian pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3) di Jawa Timur.

Ketua FKMIS Bekawan mengatakan, sudah saatnya Jatim memiliki tempat pengelolaan limbah B3. Sebagai provinsi dengan jumlah industri terbesar kedua setelah Jawa Barat, Jatim diharapkan memiliki tempat pengelolaan B3 sendiri.

“Tempat pengelolaan limbah B3 ini sudah mendesak,” ujar Bekawan saat menghadiri diskusi tentang limbah B3 di Surabaya, Kamis 14 Maret 2019.

Dia menilai tempat pengelolaan limbah B3 belum berjalan dengan baik. Sehingga muncul beberapa tempat yang digunakan untuk membuang limbah B3. Padahal dampak limbah B3 sangat berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.

BACA JUGA: Inggris Tertarik Investasi Pabrik Pengolahan Limbah B3

Berdasar kajian medis, efek dari limbah B3 bisa menyebabkan kerusakan susunan syaraf, sistem pencernaan, kardiovaskuler, dan pernafasan, serta penyakit kulit bahkan kematian. Sedangkan efek kronis menimbulkan pemicu kanker, mutasi sel tubuh, cacat bawaan, serta kerusakan sistem reproduksi.

Adapun limbah B3 umumnya bisa disebabkan dari kegiatan industri yang meliputi pertambangan mineral dan migas, kendaraan bermotor, rumah sakit, dan kegiatan laboratorium.

Menanggapi hal tersebut, mantan Anggota DPR RI Fandi Utomo yang hadir dalam diskusi itu menyampaikan keyakinannya atas solusi tempat pengelolaan limbah B3. Menurutnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa lebih dari mampu mengatasi permasalahan itu.

“Bu Khofifah dan Mas Emil (Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak), lebih dari mampu mengatasi permasalahah limbah B3. Terlebih lagi, Pemprov Jatim tengah menjajaki kerja sama dengan Inggris terkait investasi pabrik pengolahan limbah B3," kata Fandi usai diskusi.

BACA JUGA: Pemprov Prioritaskan 107.537 Warga Madura Teraliri Listrik

Ia berharap segera terealisasi kerja sama tersebut. Dengan begitu masalah tempat pengelolaan limbah B3 segera terselesaikan. “Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kan baru bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Inggris. Mudah-mudahan itu bisa segera terwujud," ungkapnya.

Sebagai informasi, Gubernur Khofifah telah menyambut baik rencana Pemerintah Inggris yang ingin berinvestasi di sektor pengelolaan limbah B3. Pembangunan pabrik pengelolaan limbah B3, menurutnya, direncanakan dibangun di Dawarblandong, Mojokerto.

Saat ini, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur Aries Mukiyono  mengaku ditugasi untuk menjajaki lebih lanjut.