JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tahun ini menargetkan 107.537 rumah tangga di Madura teraliri listrik. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim bekerja sama dengan PLN menyasar pemasangan instalasi listrik bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Setiajit mengatakan, target rasio elektrifikasi tahun ini diusahakan mencapai 96,5 persen. Angka tersebut diharapkan Meningkat dibanding tahun 2018 yang masih berkisar 94,64 persen.

“Paling tidak 2-3 persen dari total lima persen warga yang belum menikmati listrik akan diprioritaskan. Sementara dari 2-3 persen itu, 107.537 warga belum teraliiri listrik ada di Madura, dan kami berharap seluruhnya rampung tahun ini,” ujar Setiajit, Kamis 14 Maret 2019.

BACA JUGA: Gubernur Bidik Madura Sebagai Penghasil Jagung

Mantan Kepala Dinas Ketegakerjaan dan Transmigrasi Jatim itu mengaku saat ini tengah fokus membangun instalasi listrik di Madura. Targetnya 107.537 rumah tangga sudah terlayani dan diprioritaskan warga miskin.

Sampan dan Sumenep menjadi dua daerah yang diprioritaskan dengan segera menyiapkan jaringan. Khusus wilayah Sumenep yang mayoritas kepualauan, Pemprov Jatim akan bekerja sama dengan PLN membangun jaringan listrik tenaga surya hemat energi untuk 1.067 warga..

"Bu gubernur (Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa) telah memberikan amanat agar Dinas ESDM Jatim dan stake holder membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan listrik,” bebernya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sugiyanto mengatakan, sebanyak 100.000 sambungan siap dipasang untuk warga miskin di Madura.

BACA JUGA: Khofifah Mulai Tata Jawa Timur dari Madura

“Ini tanggung jawab kami sebagai anak perusahaan dari PLN sekaligus bagian dari BUMN,” kata Sugiyanto.

Pemasangan sambungan instalasi ini bagian skema jangka pendek guna memeratakan listrik. Sedangkan jangka panjangnya, PLN berencana membangun pembangkit listrik baru di Gresik sebesar 800 mega watt (MW). "Targetnya tiga sampai empat tahun lagi selesai," ungkapnya.

Sugiyanto mengatakan sebenarnya Jatim adalah produsen listrik yang mampu menyumbang pasokan listrik ke Jawa Tengah dan Bali. Menurutnya Jatim memiliki banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTA).

Tambahan pembangkit listrik di Gresik diharapkan memperkuat pasokan untuk wilayah yang belum teralisi listrik. Utamanya ada di Madura, maupun di kawasan lain yang sulit infrastruktur.