Logo

Musim Panen Padi, Bulog Pastikan Serap GKP Petani Rp6.500 Per Kilogram

Reporter:,Editor:

Minggu, 01 March 2026 04:00 UTC

Musim Panen Padi, Bulog Pastikan Serap GKP Petani Rp6.500 Per Kilogram

PANEN PADI. salah seorang petugas dari DKPP mengambil hasil panen padi di Balai Kota Surabaya. Foto: Restu.

JATIMNET.COM, Surabaya – Memasuki puncak panen raya padi pada Maret hingga Mei 2025, Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur (Kanwil Jatim) mengintensifkan pemantauan ke tingkat petani. 

Langkah ini dijalankan untuk memastikan serapan gabah kering panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP GKP) Rp6.500 per kilogram. 

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu mengatakan bahwa koordinasi dengan semua dinas terkait dijalankan secara rutin. 

Petugas di lapangan, termasuk Babinsa dan penyuluh diminta segera menindaklanjuti informasi berlangsungnya panen di suatu lokasi. 
“Agar tim Bulog juga bisa secepatnya datang untuk membayar (hasil panen) sesuai HPP Rp6.500 per kilogram,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026. 

BACA: Stok Cadangan Beras Pemerintah Tahun Ini jadi Sejarah Baru Pangan Nasional

Langkah cepat ini dijalankan untuk menyerap gabah dari petani sesuai HPP. Dengan demikian, dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan kestabilan harga GKP. 

Terkait dengan serapan GKP Kanwil Jatim per 28 Februari 2026, Langgeng menjelaskan sudah mencapai 379.582 ton GKP atau 200.000 ton setara beras. 

Capaian ini tercatat paling tinggi sejak 2022 hingga 2024. “Ini berarti tahun 2026, kita sudah start lebih baik,” ujarnya. 
Sementara itu, Sudarso, salah seorang petani asal Kabupaten Madiun menyatakan bahwa stabilnya harga HPP Rp6.500 per kilogram membuatnya mendapatkan keuntungan lebih baik. 

Dengan demikian, uang hasil penjualan GKP lebih banyak dibandingkan ongkos produksi untuk budidaya padi di lahan sawahnya seluas 2 hektare. “Kalau pembelian gabah oleh Bulog Rp6.500 per kilogram, kami bisa dapat uang lebihan setelah dipotong biaya produksi,” ujarnya.