Pemprov Jatim Dorong Vokasi Jelang Revolusi Industri 4.0

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Selasa, 29 Januari 2019 - 21:59

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan ketrampilan atau skill yang andal baik dari sisi SDM maupun untuk kebutuhan industri. Dua ketrampilan ini diharapkan bisa diimplementasikan untuk menyongsong Revolusi Industri 4.0.

“Kami mendorong link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusannya menjadi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri,” kata Soekarwo dalam keterangan resminya, Selasa 29 Januari 2019.

Link and match ini dilakukan dengan menyelaraskan kurikulum, pembentukan komite perdagangan, uji kompetensi bersama, pelatihan guru produktif serta tenaga ahli yang diperbantukan di SMK.

Melalui langkah konkret ini, diharapkan lulusan SMK memiliki wawasan dan sikap kompetitif seperti etika kerja, motivasi capaian, hingga penguasaan materi.

BACA JUGA: Legislator Jatim Minta Pemerintah Fokus Pendidikan Vokasi Untuk SMA

“Ini sudah kami lakukan salah satunya adanya perjanjian kerjasama antara Hotel Bumi Surabaya dengan SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Ada pula pelatihan bagi guru SMK kelistrikan dengan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB),” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Selain melakukan link and match, Pemprov Jatim juga melakukan program filial antara pendidikan SMK dengan perguruan tinggi. Salah satunya bidang teknologi dan rekayasa yang bekerjasama dengan ITS Surabaya.

Selanjutnya program partnership SMK dengan luar negeri seperti pelatihan tenaga pendidik dan siswa SMK di bidang teknologi dan rekayasa dengan Jepang dan Cina. Program kerjasama ini termasuk sinkronisasi kurikulum pendidikan SMK dan sertifikasi internasional dan Training of Trainers (TOT) pemagangan industri.

“Kami juga membuat program pengampu SMK swasta, jadi satu SMA negeri rujukan mengampu empat SMK swasta. Di Jatim SMK pengampu ini terdiri dari 296 SMK negeri dan 128 SMK swasta,” kata Pakde Karwo.

BACA JUGA: Antisipasi Bonus Demografi Dengan Perkuat Pendidikan Vokasional

Untuk meningkatkan standardisasi lulusan SMK di Jatim, pemprov juga membentuk 320 SMK Lembaga Sertifikasi Profesi-1 (LSP-1), melakukan sertifikasi kompetensi bagi 80 ribu siswa SMK, assessor LSP-1 bagi 1.500 guru produktif SMK dan melakukan uji kompetensi terhadap 1.600 guru produktif SMK.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim juga melakukan kemandirian dalam pengelolaan keuangan SMK dengan membentuk SMK Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurutnya, saat ini di Jatim ada 20 SMK mandiri dan berdaya saing. Dengan sistem ini, maka pendapatan SMK tersebut dapat menjadi remunerasi bagi guru-gurunya.

“SMK BLUD ini misalnya SMK bidang otomotif dapat membuka bengkel untuk  masyarakat umum yang lokasinya di pinggir jalan, jadi sekaligus mengajari siswa SMK berinteraksi dengan pasar dan melayani konsumen,” katanya.

Baca Juga

loading...