Upaya itu diwujudkan lewat program Satu Pesantren Satu Produk.

Pemprov Jatim Dorong Mahasiswa dan Santri Jadi Pengusaha

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 18 April 2019 - 15:24

JATIMNET.COM, Surabaya - Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Achmad Jazidie, mendorong mahasiswa agar giat berinovasi. Dorongan tersebut diikuti dengan program Gubernur Jawa Timur tentang Satu Pesantren Satu Produk.

"Program ini bertujuan untuk menyiapkan generasi yang berjiwa entrepreneur berlandaskan nilai-nilai islam," kata Jazidie saat diwawancarai wartawan di Auditorium lt.9 Tower Unusa Surabaya, Kamis 18 April 2019.

Program itu mendorong mahasiswa untuk melakukan riset, maupun penelitian untuk menghasilkan suatu produk.

Jazidie mengungkapkan, mahasiswa selaku enterpreneur perlu pembinaan konsep dan akses pemasaran, teknik pengemasan, strategi harga, hingga penyusunan laporan keuangan.

BACA JUGA: Sekelompok Santri di Jatim Deklarasi Golput 

"Apalagi saat ini era digital diyakini mampu mendorong para santri atau mahasiswa menjadi agen perubahan yang strategis untuk bangsa," katanya.

Ia berharap, melalui program ini, mahasiswa dapat memanfaatkan dan mengambil peluang, dalam mengembangkan jiwa usahanya.

Disamping itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan, basis santri dan mahasiswa ini, menjadi kekuatan yang luar biasa untuk Jatim.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengembangkan ekonomi santri sebagai satu kekuatan.

BACA JUGA: Panglima TNI dan Kapolri Ngaji Kebangsaan di Nurul Jadid

"Jadi dengan adanya One Pesantren One Product, maka akan menanamkan berdasarkan tiga elemen," katanya.

Tiga elemen itu meliput, product management, customer management dan brand management.

Emil menyampaikan, setiap pesantren harus mempunyai identifikasi produk milik mereka. Hal itu agar terdapat indikasi keseriusan, dan kepakaran, dalam lingkup satu produk atau satu jenis komoditi.

"Kita percaya bahwa hari ini tidak bisa sukses itu hanya coba-coba, harus ada keseriusan, fokus dan ada kepakaran dibidang tersebut," kata Emil.

BACA JUGA: Ini Reward dari Unair untuk Mahasiswanya yang Tak Golput

Sementara itu Chairman of International Council for Small Bussines (ICSB) Hermawan Kertajaya mengungkapkan, untuk mengembangkan produk santri ini harus dilakukan pemetaan yang strategis. 

"Misalnya membuat satu brand dalam satu pesantren, dan semua santri bisa memproduksi produk sesuai dengan brand yang sudah dibuat. Daripada membuat brand sendiri-sendiri," katanya.

Baca Juga

loading...