Ini Reward dari Unair untuk Mahasiswanya yang Tak Golput

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 16 April 2019 - 18:27

JATIMNET.COM, Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberikan reward untuk mahasiswa yang berpartisipasi atau ikut mencoblos dalam pemilihan umum (pemilu) pada Rabu 17 April 2019.

"Reward tersebut berupa sertifikat 10 Satuan Kredit Prestasi (SKP)," kata Direktur Kemahasiswaan Unair Surabaya M. Hadi Subhan melalui telepon, Selasa 15 April 2019.

Reward tersebut merupakan bentuk apresiasi buat mahasiswa yang peduli dengan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan. Hadi mengatakan program ini merupakan rangkaian program yang telah dilakukan Unair sebelumnya dalam menyambut pesta demokrasi.

BACA JUGA: 25.852 Siswa akan Ikuti UTBK di Unair

Beberapa kegiatan sebelumnya antara lain KPU Goes To Campus, Bawaslu Goes To Campus dan pengurusan form pindah pilih (A5) yang dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa. "Dan selanjutnya pemberian reward selama pemilu berlangsung ini. Karena itu, kami anjurkan untuk menggunakan hak pilihnya," katanya.

Hadi mengatakan pihaknya tidak memaksa mahasiswa untuk menggunakan haknya dalam Pemilu 2019. "Karena kami tidak mewajibkan dan tidak memberi sanksi yang golput," katanya.

Sementara Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP M. Lutfi Al Jufri (21 tahun) asal Tegal mengapresiasi program yang diberikan unair. Program ini, kata dia, akan menekan angka golput yang sering menjadi perbincangan.

BACA JUGA: Pemilih di Kota Surabaya Dipastikan Membengkak Belasan Ribu Jiwa

"Apalagi ini pengalaman pertama saya untuk berpartisipasi mencoblos dan diberikan reward," katanya.

Jufri mengungkapkan 10 poin yang diberikan itu terhitung sedikit jika dibandingkan dengan sertifikat perlombaan, seminar atau kegiatan sosial lainnya. Namun bagi mahasiswa yang sudah semester akhir seperti dirinya, poin tersebut sangat membantu.

Ia mengatakan untuk bisa lulus sarjana, mahasiswa harus bisa mengumpulkan minimal 100 poin. Jufri berharap semua mahasiswa mau menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi. Karena sebagai mahasiswa harus berani memilih. "Buat saya ini satu langkah yang apik strategis dan kemudian untuk mendukung pemerintah," kata dia.

Baca Juga

loading...