Pemkot Surabaya Janji Maksimalkan Jadwal Pengamen

Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 4 April 2019 - 19:39

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya tengah mengkaji agar pengamen jalanan mendapatkan jadwal main minimal satu bulan sekali. Pasalnya baru-baru ini terdapat beberapa pengamen angklung yang melakukan demo akibat kurangnya ruang mengamen.

“Saat ini saya dan bu wali (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini) sedang melakukan pengkajian untuk memberi ruang lebih banyak bagi seniman, dan memaksimalkan tampil sebulan sekali," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Antiek Sugiharti saat diwawancarai di Ruang Kerjanya, Kamis 4 April 2019.

Namun Antiek, menegaskan kajian ini tidak bisa diterapkan dalam waktu dekat. Menurutnya saat ini masih menyesuaikan anggaran honorarium untuk para pengamen.

Antiek mengungkapkan selama ini para pengamen tidak bisa tampil setiap hari karena jumlah pengamen cukup banyak. Jadi semuanya harus bergantian dua sampai tiga bulan sekali.

BACA JUGA: Armuji Usul Pemkot Revisi Perda Larangan Pengamen Jalanan

“Nah semuanya kan memiliki hak untuk tampil, jadi harus bergantian dan harus memakluminya,” katanya.

Antiek juga menjelaskan untuk memberikan jadwal setiap hari belum bisa diterapkan, karena selama ini pihaknya memberikan honorarium kepada pengamen setiap kali tampil. Dia mencontohkan setiap perform (tampil) akan langsung dibayar.

Adapun menyangkut teknis pelaksanaan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satpol PP. “Jika pengamen sudah mendapatkan jadwal, tidak akan ada penertiban. Sebaliknya, jika yang tampil itu tidak punya izin, jelas akan ditertibkan,” tegas Antiek.

Sementara itu, Kepala Seksi Seni Budaya Disparta Surabaya Herry Richie menyampaikan saat jumlah seniman yang terdaftar di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya sebanyak 675, baik seni drama, musik, tari, seni rupa, maupun sastra.

“Untuk seni musik ada 368 grup yang terdaftar, dan tidak hanya angklung saja. Ada pengamen, karawitan, band, dan genre musik lainnya,” katanya.

BACA JUGA: Musisi Jalanan Tolak RUU Permusikan

Untuk yang ditampilkan di taman itu meliputi Taman Paliatif, Tugu Pahlawan, Taman Harmoni, Balai Budaya, Taman Wonorejo, Taman Cahaya, Taman Suroboyo, Jalan Tunjungan, Taman Apsari malam minggu, dan di Bambu runcing.

Herry mengungkapkan penampilan masing-masing grup telah dibagi tempat dan waktunya. Ada yang Sabtu dan Minggu, malam minggu, dan Minggu pagi. Penentuan waktu tampil ini disesuaikan dengan banyaknya pengunjung yang datang di lokasi.

“Taman Paliatif dan Tugu Pahlawan diadakan setiap Sabtu-Minggu, sedangkan tempat lainnya hanya malam minggu dan Minggu pagi,” kata Herry.

Herry juga menjelaskan pihaknya membagi jadwal secara adil, dalam artian semua pasti punya jadwal. Namun jika terdapat pengamen yang tidak bisa dihubungi akan digantikan grup lain.

 

Baca Juga

loading...