Pemkot Surabaya Dinilai Peduli UMKM dan Startup

Khoirotul Lathifiyah

Rabu, 8 Mei 2019 - 11:52

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  mendapatkan piagam penghargaan dan penyerahan sertifikat 61 merek UMKM dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhumham).

Piagam dan sertifikat tersebut menyatakan Kota Surabaya sebagai satu-satunya kota yang memberikan pelayanan intelektual di mall pelayanan publik.

Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur Kemenkumham Susy Susilawati mengatakan provinsi lain belum ada pengajuan merek UMKM sebanyak yang diajukan Surabaya.

“UMKM saat ini tumbuh pesat dan pendaftaran merek juga tengah digalakkan. Atas dorongan Ibu Risma (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini) sangat luar biasa. Kesadaran hukum teman-teman pelaku UMKM cukup tinggi,” katanya dia saat dijumpai di ruang kerja wali kota, Selasa 7 Mei 2019.

BACA JUGA: Risma Gratiskan 150 Pengajuan HAKI UMKM

Berkaca dari yang dilakukan Surabaya, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan motivasi kepada pelaku UMKM, bahkan masyarakat umum. Termasuk melalui akademis untuk mendorong pendaftaran merek.

“Sosialisi ini menyangkut Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk menghindari pelanggaran hukum. Maka itu semua merek harus di daftarkan, agar tidak ada penyerobotan HAKI,” ujarnya.

Selain itu, untuk pelanggaran seperti mengambil merek dari startup ataupun produk lain. Kemenhumham akan mengambil ranah hukum, baik perdata maupun pidana, tergantung dari tingkat kesalahannya.

Menurutnya, selama ini tidak terlalu tinggi pelanggarannya. Kalau pun ada, itu bisa di gugat dan mereknya dicabut. “Di Surabaya belum muncul kasus-kasus seperti itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Alasan Industri Kecil Menengah Butuh Gula Impor

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah berupaya memberi perlindungan terhadap pelaku UMKM di Surabaya. Terutama pada hak pencipta dan paten merek dengan tujuan UMKM mempunyai legalitas.

“Sebetulnya kita sudah lama ada bantuan untuk hak paten merek gratis. Tapi saya lihat banyak orang kurang care (peduli),” kata Risma

Dengan membuka layanan di mall pemkot bisa mengontrol produk yang tidak asal comot hak paten maupun pencurian karya orang lain. Sebelumnya ada yang meniru dan mengaku karya anak Surabaya, ternyata karya tersebut hasil plagiatisme.

Sejauh ini, pemkot sudah menjalin kerja sama dengan UMKM Pahlawan Ekonomi, Pejuang Muda, Koridor dan Startup. Tetapi pemkot tidak menutup pintu jika terdapat orang luar yang beridentitas Surabaya meminta bantuan akan dihubungkan langsung dengan para desainer.

Baca Juga

loading...