Pelajar Muhammadiyah Gresik Masuk Unair Tanpa Tes

Nani Mashita

Jumat, 15 Februari 2019 - 18:53

JATIMNET.COM, Surabaya – Kejutan besar diterima siswa asal SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Marisa Adilla Putri. Saat menghadiri ‘Airlangga Education Expo 2019’ di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C, dia mendapat hadiah masuk Universitas Airlangga tanpa tes.

Dihubungi Jatimnet.com, Jumat 15 Februari, Marisa mengaku kaget dan terharu saat mendapatkan hadiah tersebut. Dia mengaku tidak pernah menduga mendapat hadiah dari rektor Unair langsung.

“Saya datang hanya ingin mencari informasi agar bisa diterima di FKM Unair. Ya kaget dan sempat nangis, karena masuk Unair tanpa tes,” katanya.

Dia berkisah, Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih tengah memberi sambutan dan bertanya kepada para siswa yang hadir, ‘siapa yang pernah menjadi Ketua OSIS di sekolahnya’. Marisa yang menjadi ketua OSIS di sekolahnya langsung tunjuk jari.

BACA JUGA: Unair Kembali Gelar Education Expo 2019

Saat itulah dia dipanggil ke atas panggung. Marisa kemudian ditanya mengenai jumlah kelas dan siswa di sekolahnya, serta  jurusan yang ingin dia pilih saat SNMPTN.

“Saya jawab, ingin masuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di Unair Banyuwangi. Terus Pak Rektor bilang ‘Selamat kamu diterima di FKM’ lalu memanggil Bu Dekan dan bilang ‘Ini tolong diterima’. Pada saat turun panggung juga ditanya-tanya Bu Dekan,” lanjut Marisa.

Setelah itu, Rektor Unair Prof M.Nasih turun dari panggung dan kembali menyalaminya. Prof M.Nasih, kata Marisa, mengucapkan selamat dan menyuruhnya duduk bergabung dengan mahasiswa FKM Unair yang hadir di acara tersebut.

Siswi peringkat ke-9 di kelasnya itu bersyukur karena mendapatkan kemudahan masuk Unair yang dikenal memiliki tingkat persaingan tinggi. Dia mengatakan sebagai angkatan pertama sekolah SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik .

Ada alasan yang disampaikan Marisa memilih kampus Unair di Banyuwangi. “Di Surabaya tingkat persaingannya tinggi, kalau di Banyuwangi lebih rendah. Jadi peluang untuk diterima lebih besar,” ujarnya.

Sejauh ini orang tua Marisa belum memberi reaksi kendati sudah diberitahu. Sebaliknya, pihak sekolah asalnya sudah mendengarnya. Hanya saja Marisa masih khawatir lantaran belum ada perjanjian tertulis antara kedua pihak.

BACA JUGA: Kemenkes Dorong Unair Buka Prodi Kesehatan Tadisional

Tetapi Marisa sudah diminta data-data dan disuruh menemui Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) oleh pihak fakultas.

“Mudah-mudahan hadiah ini benar (diterima di Unair),” harap gadis kelahiran Probolinggo 11 Maret 2001 tersebut.

Sementara itu, Ketua PIH Unair Suko Widodo membenarkan jika Rektor Unair Prof. M.Nasih memberikan 'tiket masuk' kepada Marisa, bersama para siswa berprestasi lainnya.

Suko mengatakan saat itu Prof. M.Nasih bertanya adakah siswa yang hadir pernah menjabat Ketua OSIS. Saat itu cuma satu orang yang mengacungkan tangan. “Ini spontan dari Pak Rektor, sebagai bentuk arpresiasi,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.

Suko memastikan Marisa akan menjadi mahasiswa Unair tanpa tes. “Nanti dari PPMB yang akan memproses masuknya mereka semua,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...