JATIMNET.COM, Surabaya – Berkas perkara dugaan korupsi PT DPS dengan tersangka Antonius Aris Saputra segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur saat ini tengah merampungkan surat dakwaan perkara korupsi pengadaan kapal floting crane PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

“Paling lambat pekan depan sudah kami limpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan," kata Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung, Jumat 22 Maret 2019.

BACA JUGA: Skandal Floating Crane Rp100 Miliar, Kejaksaan Telisik PT DPS

Selain merampungkan berkas atas nama tersangka Antonius Aris Saputra, kata Richard, berkas lainnya atas nama tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT DPS Riry Syeried Jetta, masih menunggu keterangan tiga ahli yang diajukan tersangka.

“Berkasnya dirampungkan setelah ada keterangan ahli yang diajukan tersangka,” ujarnya.

Tiga ahli yang diajukan tersangka Riry Syeried adalah Prof. Dr. Nindyo Pramono dan Prof. Dr. Markus Priyo Gunarto, selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Prof. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI).

BACA JUGA: Jadi Tersangka Skandal Floating Crane, Rekanan PT DPS Ditahan

Menurut Richard, permintaan tersangka untuk mendatangkan ahli merupakan hal yang biasa dilakukan saah satu hak dari tersangka.

Penyelidikan kasus ini dimulai ketika muncul laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp 60,3 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal sebesar Rp 100 miliar. Proyek pengadaan kapal jenis floating crane ini terjadi pada 2016 lalu.

Pengadaan kapal sudah melalui proses lelang. Kapal sudah dibayar sebesar Rp 60,3 miliar dari harga Rp 100 miliar. Dalam lelang disebutkan, pengadaan kapal dalam bentuk kapal bekas. Kapal didatangkan dari negara di Eropa. Namun, saat dibawa ke Indonesia kapal tersebut tenggelam di tengah jalan. Dari sini kemudian muncul dugaan bahwa ada spesifikasi yang salah dalam pengadaan kapal tersebut.