Sabtu, 28 February 2026 00:35 UTC

Polisi mengamankan 16 remaja yang hendak tawuran, Jumat, 27 Februari 2026. Foto: Humas Polrestabes Surabaya
JATIMNET.COM, Surabaya – Tim Jogoboyo Sat Samapta Polrestabes Surabaya mengamankan 16 remaja yang diduga hendak terlibat tawuran selama sepekan pertama Ramadan. Petugas menjaring mereka dari tiga lokasi berbeda, yakni Banyu Urip, Tambaksari, dan Simokerto.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menjelaskan penindakan tersebut dilakukan dalam patroli rutin malam hingga dini hari. Di kawasan Banyu Urip, petugas mengamankan sembilan orang. Dari jumlah itu, satu orang diproses hukum, sedangkan delapan lainnya hanya berstatus pengikut.
Petugas juga mengamankan lima pemuda di wilayah Tambaksari. Tiga orang diamankan di Jalan Kenjeran dan dua lainnya di Jalan Bogen. Sementara itu, dua remaja diamankan di kawasan Simokerto.
"Total keseluruhan yang terdata diamankan 16 orang dari tiga lokasi utama Banyu Urip, Tambaksari dan Simokerto," ungkap AKBP Erika, Jumat, 27 Februari 2026.
BACA: Kasus Dugaan Korupsi KBS Naik Penyidikan, Kejati Jatim Periksa 4 Saksi
Ia menegaskan, para remaja tersebut tidak sekadar melakukan perang sarung, melainkan diduga hendak terlibat tawuran antarkelompok. Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan tersebut.
Petugas menyita empat senjata tajam, termasuk celurit, satu batang besi, satu pipa paralon yang telah dimodifikasi, serta empat unit sepeda motor. "Untuk yang terbukti membawa sajam sudah diproses," tegasnya.
AKBP Erika menambahkan, polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan terhadap remaja yang terlibat. Petugas memanggil orang tua dan pihak sekolah ke kantor polisi untuk mendampingi proses tersebut. Para remaja diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya serta menjalani wajib lapor.
Sebagai langkah pencegahan, Tim Jogoboyo meningkatkan patroli selama Ramadan di berbagai titik rawan di Surabaya. Petugas menyisir kawasan permukiman, objek vital, serta lokasi yang kerap menjadi tempat balap liar dan tawuran.
"Sebagai upaya preventif menjaga kamtibmas di wilayah Surabaya, kami meningkatkan patroli rutin siang dan malam pada titik serta jam rawan, termasuk pemukiman, objek vital, dan lokasi yang berpotensi terjadi balap liar maupun tawuran," pungkasnya.
