Pelindo Rumuskan Tarif Alih Muat Peti Kemas Domestik

Baehaqi Almutoif

Rabu, 9 Januari 2019 - 16:23

JATIMNET.COM, Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera memberlakukan tarif khusus biaya penanganan transshipment (alih muat) peti kemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangannya mengatakan bahwa berlakunya tarif tersebut dapat menurunkan biaya logistik dari sisi kepelabuhan.

“Sebagai pelabuhan penghubung wilayah Barat dan Timur Indonesia, tarif khusus ini diharapkan mampu menurunkan biaya pengiriman barang dan daya saing logistik di wilayah timur Indonesia,” kata Doso Agung, Rabu 9 Januari 2019.

Namun, ia menyebutkan, besaran tarif khusus masih dalam tahap proses finalisasi. Tim yang dibentuk Pelindo III masih merumuskan berapa besaran yang pas untuk transshipment.

BACA JUGA: Empat Pelindo Integrasikan Pelayanan Lewat Billing System

“Pastinya akan diumumkan dalam waktu dekat, dan berlaku untuk penanganan antar terminal di Pelabuhan Tanjung Perak,” lanjut mantan Dirut PT Pelindo IV itu.

Saat ini Pelabuhan Tanjung Perak menangani 72 jalur pelayaran peti kemas domestik. Itu menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran yang vital dalam distribusi logistik ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Sedikitnya sekitar 75 persen menuju ke wilayah timur Indonesia, artinya biaya penanganan muatan di Pelabuhan Tanjung Perak sedikit banyak akan berpengaruh pada biaya logistik,” terangnya.

Di sisi lain, Pakar maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Saut Gurning melihat pemberlakukan tarif khusus ini merupakan usaha positif untuk dunia pelayaran tanah air.

BACA JUGA: Pelindo III Kenalkan POCC Untuk Tingkatkan Layanan Kepelabuhanan

Ia menyebut kebijakan itu bagaikan udara segar bagi para pemilik barang serta operator pelayaran di tengah berbagai kesulitan pasar, dan tingginya beban usaha jasa angkutan peti kemas nasional selama ini.

“Secara khusus, rencana efisiensi biaya penanganan peti kemas jelas akan memberikan dampak menguatnya preferensi pemilik barang dan pelayaran terhadap sejumlah terminal di Tanjung Perak. Hal ini sebagai opsi menarik untuk lokasi transshipment peti kemas domestik Indonesia,” kata Saut Gurning.

Menurutnya, tarif khusus ini dapat memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha peti kemas untuk tetap eksis mendukung geliat logistik maritim nasional.

Baca Juga

loading...