Menteri Susi Ajak Nelayan Banyuwangi Jaga Terumbu Karang

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Selasa, 2 April 2019 - 18:16

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menghadiri Banyuwangi Underwater Festival di Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Selasa 2 April 2019.

Kepada ratusan nelayan dan anak nelayan peserta festival, Susi berpesan untuk menjaga terumbu karang agar bisa menjadi tempat ikan pacaran. Ucapan itu langsung disambut tawa warga yang menghadiri festival.

Mengawali pidatonya, Susi menyapa ratusan pelajar dari 7 sekolah SD dan SMP di Kecamatan Wongsorejo. Dia berpesan agar anak-anak itu menjaga kebersihan pantai, menjaga laut, dan rajin membaca agar pintar dan bisa menjadi menteri seperti dirinya.

Ia juga mengimbau agar nelayan libur melaut sehari dalam seminggu dan meminta agar terumbu karang dijaga.

BACA JUGA: Kunjungi Trenggalek, Menteri Susi Sentil Nelayan Prigi

"Pesisir merupakan sumber daya alam yang terbarukan, yang akan terus memberikan keuntungan. Tidak perlu intervensi, hanya perlu atur ambil ikan di saat yang tepat," kata Susi di panggung berlatar belakang dermaga.

Dia mencontohkan nelayan Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, kini memiliki waktu libur melaut hari Jumat. Lainnya memilih libur setiap Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon dalam penanggalan Jawa.

Tujuannya agar ikan sempat kawin dan berkembang biak sebelum diambil keesokannya lagi. "Beri kesempatan ikan untuk pacaran, untuk kawin, dan beranak. Sehingga akan bertambah semakin banyak," sambungnya.

BACA JUGA: Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi Masuk Daftar Pemikir Dunia

Sementara terumbu karang yang menjadi rumah ikan-ikan, juga menjadi kunci perkembangbiakan mereka. Karang juga bermanfaat menahan abrasi pantai yang bisa mengurangi luas pulau-pulau di Indonesia.

Dikatakannya, aktivitas ilegal nelayan yang selama ini merusak adalah pengeboman, penggunaan potasium dan pengambilan karang itu sendiri ke darat.

Susi menjelaskan,  satu gram potasium mampu merusak enam meter persegi perairan laut, sedangkan nelayan biasanya membawa satu jerigen sekali berangkat ke laut.

BACA JUGA: Di Situbondo, Menteri Susi Makan Ikan dengan Santri

Padahal pengembalian kondisi karang sangat lama, dengan pertumbuhan per tahun rata-rata 2,5 sentimeter, atau hingga 15 sentimeter di perairan kualitas tinggi. Aktivitas jual-beli karang sekarang juga sudah dilarang, sehingga menjadi ilegal bila masih dilakukan.

"Orang bilang sudah 85 persen (karang yang bagus di Indonesia), saya tidak percaya. Saya pikir tinggal 60 persen saja paling banyak, yang bagus, mungkin bahkan kurang dari 50 persen," kata pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu.

Baca Juga

loading...