Meminta reklamasi dihentikan dan ingin memboikot nelayan Prigi

Kunjungi Trenggalek, Menteri Susi Sentil Nelayan Prigi

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 6 Februari 2019 - 10:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melemparkan kritik terhadap pengelola Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Ia juga menyentil nelayan setempat yang masih saja berburu benur meskipun telah dilarang.

Kritikan itu disampaikan Menteri Susi dalam kunjunganngan pada Selasa 5 Februari 2019. Teguran pertama disampaikan pada pengelola Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi atas dibangunnya pemecah ombak (break water) serta kolam labuh yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

Menurutnya kolam labuh hanya membuat arus laut terhambat. Selain itu, kolam labuh juga membuat pantai menjadi kumuh, karena sampah, ceceran BBM dan oli, hingga sisa buangan tangkapan ikan terbuang di dalam area kolam labuh secara menerus.

"Ya, kalau masih ada yang minta 'break water', minta kolam labuh untuk kapal, berarti anda bukan nelayan beneran. Wong ini pelabuhan sudah seperti kolam kok masih mau dikotak-kotak lagi," kata Menteri Susi Selasa 5 Februari 2019.

BACA JUGA: Di Situbondo, Menteri Susi Makan Ikan dengan Santri
Ia menawarkan membangun Jeti dermaga pendaratan ikan sebagai ganti kolam labuh dan pemecah ombak tak ramah lingkungan. Jeti dianggap jauh lebih efektif dan efisien. "Buat saja Jeti dengan lebar dua meter sehingga kendaraan bisa masuk di atasnya. Bongkar-muat gampang. Hla (dari pada) batu-batu (pemecah ombak) gitu buat jalan saja susah. Mikul ikan kepleset, ikannya tumpah semua balik ke laut," katanya.

Ia geram melihat desain dan konsep pemecah ombak maupun kolam labuh. Menurutnya cara itu salah merusak kelestarian laut. Era kontraktor sebagai penentu kebutuhan pemecah ombak di pelabuhan haruslah dihentikan dan diubah."Jangan seperti di (pelabuhan) Puger, dimana itu di Jember itu. Yang (awalnya minta dibangun break water). Sudah bikin jalan masuk jadi susah, kini minta dibongkar," kata Susi memberi contoh.

Tolak Reklamasi dan Boikot Nelayan Penangkapan Benur

Dalam kesempatan yang sama ia juga menyatakan ketidak setujuan atas reklamasi dalam pembangunan pelabuhan niaga yang berlokasi di Pantai Karanggongso, sekitar 2 kilometer dari PPN Prigi. Ia pun meminta kegiatan itu untuk segera dihentikan. "Buat apa reklamasi. Kalau sedikit (sudah terlanjur) ya sudah tidak apa-apalah. Tapi cukup sampai di situ, jangan diteruskan. Kita ini punya pantai yang indah, diberi anugerah alam oleh Tuhan, jangan kita merusaknya," ujarnya.

Berikutnya ia mengkritik nelayan Prigi yang masih menangkap anak lobster atau benur dengan menggunakan rumpon. Kegiatan yang menurutnya tidak hanya terjadi di pesisir Selatan pantai Jawa Timur tetapi juga nelayan di pesisir Selatan Jawa Tengah. Ia sebenarnya hendak memboikot nelayan di dua tempat itu sebagai bentuk protes atas pembangkangan nelayan setempat menentang aturan, menangkap benur.

BACA JUGA: Menteri Susi Beri Apresiasi Kapal Laminasi ITS

"Kalau bukan karena diminta oleh Pak Johan Budi (caleg DPR RI dari PDIP), diminta oleh Bu (Gubernur terpilih) Khofifah dan Pak (Bupati Trenggalek) Emil Dardak, saya mungkin tidak pernah kepingin ke sini," katanya.

Ia kemudian menegaskan pemerintah akan menindak tegas nelayan yang masih menggunakan rumpon baik bagi nelayan besar, menangah maupun kecil. Ia juga mengingatkan nelayan yang menggunakan rumpon untuk menangkap benur. "Ke depan sudah tidak akan ada lagi rumpon. Sebab kalau dibiarkan itu baby tuna juga ikut tertangkap. Ikan tak mau lagi minggir ke pantai. Rumpon udang di perairan pantai juga (tidak boleh). Nanti yang melanggar akan ditindak tegas," ujarnya.

Bupati Trenggalek Hentikan Pembangunan Break Water

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak merespon kritikan dari Menteri Susi. Sebagian break water yang sudah terbangun bakal dibongkar, diganti dengan pembangunan dermaga jeti untuk alur bongkar-muat angkutan kapal dari dan ke daratan. "Mudah-mudahan ini bisa memantapkan positioning Teluk Prigi sebagai salah satu pusat perikanan di Jawa," kata Emil.

Kritik dan masukan dari Menteri Susi diakuinya membuat skenario dan konsep pembangunan Pelabuhan Niaga Prigi berubah drastis. Konsep pelabuhan akan didesain ramah lingkungan dan tidak merusak pantai "Tentunya nanti akan didahului kajian teknis oleh tim KKP, untuk memastikan itu dan akan segera diumumkan hasilnya. Ini setengah sirkus juga.Meloncat-loncat (perencanaannya)," kata Emil.

Selanjutnya Emil membenarkan praktek penangkapan Benur yang masih berlangsung di Prigi. Hal itu telah berdampak pada langkanya lobsters dewasa. Penangkapan benur menggunakan rumpon dan lampu saat malam menyebabkan populasi lobster dewasa ikut turun.

"Kami kemarin coba menggunakan ini sebagai isu utama, isu sentral kunjungan beliau. Supaya setelah ini, kami bisa segera melakukan penanganan," katanya.

Ia mewariskan perda pelarangan penggunaan rumpon dan jaring centrang berserat kecil sebagai pekerjaan rumah bagi Bupati Trenggalek baru penggantinya. Sebab Emil akan segera meninggalkan Trenggalek dan dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur. (Ant)

Baca Juga

loading...