JATIMNET.COM, Sidoarjo – Lima warga Karangbong RT 01/RW 02, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo memasang plakat di jalan yang diaspal Cipta Perkasa Oilindo (CPO). Warga menilai jalan tersebut masih dalam sengketa dan proses kasasi di Mahkamah Agung (AM).

Achmad Yusuf (55) warga Kalisari Dharma Surabaya mengaku lahan tersebut adalah miliknya. Pemasangan plakat ini, menurut Yusuf, sebagai penanda bahwa lahan tersebut miliknya

Selain itu, dia mengatakan pemasangan plakat ini sebagai tanda jika tanah tersebut miliknya setelah diaspal oleh perusahaan. Merasa tanah miliknya sah, dia memberanikan diri memasang plakat di jalan tersebut.

"Saya membelinya juga sah dan surat-suratnya lengkap, jadi saya memberanikan memasang plakat ini,” tegas Yusuf kepada Jatimnet, Senin, 11 Februari 2019.

BACA JUGA: Jalan Raya Gubeng Ambles, Sutopo Sebut Kesalahan Konstruksi

Pemasangan plakat ini sebagai langkah untuk menghentikan pengaspalan yang sudah dilakukan empat hari silam oleh pihak perusahaan. Selain itu, langkah ini juga bagian dari protes kepada perusahaan agar tidak semena-mena.

“Tanah ini masih milik saya ini, apa lagi pengaspalan tidak berkoordinasi dan tidak izin ke saya,” ucapnya.

Pengusaha restoran di Surabaya ini mengatakan lahan yang diaspal itu rencananya akan dibuat supermarket sebagai usahanya. Namun upaya tersebut belum terwujud lantaran pihak pabrik terlebih dahulu mengaspal jalan untuk dijadikan akses menuju pabrik.

Pengaspalan ini, membuatnya tidak dapat membangun supermarket di lokasi tersebut. Terlebih lagi dirinya harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menghancurkan aspal di tanah tersebut.

“Pasti akan menanggung biaya yang lebih besar, karena memang sebelumnya tanah itu masih saya uruk untuk saya bangun supermarket. Tapi sekarang ini kondisi sudah diaspal,” beber Yusuf.

Yusuf dalam memasang plakat ini dibantu empat orang. Tanah miliknya memiliki luas 265 meter persegi ini sudah diaspal sebagai jalan masuk ke dalam pabrik penjualan minyak sawit.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Mulai Pembebasan Lahan Seluas 2 Hektar

Dihubungi terpisah, HRD PT Cipta Perkasa Oilindo (CPO) Eko Prasetyo berdalih pengaspalan ini dilakukan setelah ada protes warga, yang takut terjadi kecelakaan. "Yang meminta diaspal itu warga," kelitnya.

Eko berdalih lahan tersebut sering digunakan sarana bermain anak-anak kampung. Hal ini yang menyebabkan perusahaan ditegur warga hingga menuruti kemuan warga untuk diaspal.

“Saya sudah sampaikan ke direksi, namun warga masih meminta mengaspal,” kelitnya.

Sebetulnya pihak perusahaan sudah mengetahui lahan tersebut bermasalah hukum. Bahkan pihak perusahaan juga sudah menjelaskan ke warga tentang status tanah tersebut.